Portal DIY

Jelang Ramadhan Dinas Pertanian Sleman Monitoring Lahan Panen Padi

1181
×

Jelang Ramadhan Dinas Pertanian Sleman Monitoring Lahan Panen Padi

Sebarkan artikel ini
Jelang Ramadhan Dinas Pertanian Sleman Monitoring Lahan Panen Padi
Kepala Dinas Pertanian dan Suparmono

SLEMAN – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, DIY melakukan monitoring tanaman padi siap panen di wilayah Kapanewon Berbah dan Prambanan, Jumat (23/2/2024).

Tujuanya untuk melihat seberapa besar produksi padi yang mampu dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan beras di bulan Ramadhan.

“Kegiatan ini perlu dilakukan untuk memastikan kestabilan stock atau ketersediaan beras, karena biasanya sejak awal romadhon hingga lebaran, permintaan beras selalu mengalami peningkatan,” kata Kepala Dinas Pertanin Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono saat meninjau tanaman padi siap panen di Prambanan,” Jumat (23/2/2024).

Menurut Parmono, stock beras pada musim tanam pertama saat ini bila dibanding tahun lalu lebih rendah. Hal ini karena panen saat ini berasal dari musim tanam oktober 2023 hingga Januari 2024. Sementara adanya elnino berdampak kuat pada mundurnya waktu tanam.

Ditambah lagi dengan adanya pematian selokan mataram dan vanderwijk pada bulan Oktober lalu menyebabkan ketersediaan air kurang mencukupi, sehingga produksi padi menurun. Namun demikian tetap masih ada panen padi pada sawah yang terairi oleh sungai seperti Berbah, Ngemplak dan Prambanan.

Parmono menambahkan, panen padi pada bulan Januari 2024 tercatat seluas 664 ha dengan area tanam yang masih spot-spot. Sementara luas panen padi pada bulan ini sekitar 1.000 hektar. Pada bulan Maret nanti lebih meningkat dan puncaknya nanti pada bulan April atau panen raya.

“Perkiraan panen bulan Maret hingga April seluas 10.000 an hektar sehingga akan tersedia beras sebesar 37.000 an ton. Jumlah tersebut diharapkan mampu mencukupi kebutuhan selama bulan ramadhan dan lebaran nanti,” kata Parmono.

Saat lakukan monitoring panen padi di wilayah Berbah, tepatnya di kelompok tani Putra lestari Dusun Pendem, Tegaltirto, Berbah, Parmono berkenan melakukan ubinan padi yaitu teknik untuk menghitung perkiraan produktivitas padi. Ubinan dilakukan pada 3 petak ukur dengan hasil ubinan sebesar 36,3 Kg, 46,3 Kg, dan 58,85 Kg sehingga produktivitas yang dihasilkan sebesar 7,56 ton/ha GKP atau 6,06 ton/Ha GKG.

“Petani di Kabupaten Sleman pada akhir tahun 2023 memang mendapat bantuan pemerintah pusat berupa 400 ha program padi bio presisi yang diberikan pada 25 kelompok tani dan dari Pemda Kabupaten Sleman sebesar 275 ha program Budidaya Tanaman Sehat,” kata parmono.

Parmono menambahkan bahwa, gencarnya bantuan beras jelang pemilu disaat ketersediaan atau panen terhambat akibat elnino menyebabkan harga gabah dan beras meroket.

Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pangan nasional Republik Indonesia disebutkan bahwa harga beras medium sebesar Rp. 10.900,- – Rp. 11.800/kg dan harga beras premium sebesar Rp. 13.900,- – Rp. 14.800,- Namun di pasaran, harga beras medium sudah mencapai Rp. 15.000,-/kg dan harga beras premium sebesar Rp. 17.000,-/kg. (Brd)