Jelang Kedatangan Asesor UGG, Pemkab Bondowoso Akan Perbaiki Jalan Menuju Blawan

Jelang Kedatangan Asesor UGG, Pemkab Bondowoso Akan Perbaiki Jalan Menuju Blawan

PORTAL-INDONESIA|BONDOWOSO – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus melalukan pembenahan jelang kedatangan tim asesor Unesco Global Geopark (UGG) pada 8-13 Juni 2022 mendatang. Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat menyebut persiapan sudah mencapai 80 persen.

Beberapa aspek yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah pengelolaan sampah, ketersediaan kopi unggulan Bondowoso di setiap penjual minuman, serta hal yang paling urgen adalah perbaikan jalan menuju beberapa objek wisata.

“Tadi itu sudah saya perintahkan supaya langsung segera dibenahi. Tadi Pak Anshori (Sekdin Dinas PUPR, red), minggu depan sudah mulai running untuk garap itu (Pengaspalan menuju wisata Blawan),” kata Wabup Irwan dalam rapat koordinasi dengan PT. Perkebunan Nusantara Ijen XII dan sejumlah kepala dinas terkait usai meninjau beberapa objek wisata di Kecamatan Ijen, Kamis (12/5/2022).

Terkait sejumlah persoalan sampah yang belum terkelola dengan benar serta masih rendahnya tingkat kesadaran warga untuk tidak buang sampah sembarangan, Wabup Irwan menginstruksikan Camat dan Kepala Desa untuk gencar melakukan sosialisasi dan kerja bakti.

Sementara terkait adanya sampah kubis di beberapa titik menuju wisata ijen, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Satpol PP kecamatan diminta melakukan patroli untuk mencegah pikap-pikap pengangkut kubis buang sampah di pinggir jalan.

“Saya dua minggu lagi rencana ngecek lagi, hasil dari sekarang. Karena minggu depan sudah dilakukan pembangunan. InsyaAllah dalam kurun waktu dua minggu lagi sudah selesai,” tegas Wabup Irwan.

Untuk ketersediaan kopi khas Bondowoso, seluruh penjual minuman di kawasan Ijen Geopark diwajibkan menyediakan varian kopi produksi lokal. Bukan kopi saset yang sudah lumrah dijual di pasaran. Menurutnya, hal itu akan mendongkrak reputasi Bondowoso sebagai salah-satu penghasil kopi terbaik.

“Jangan sampai toko-toko minuman yang ada di daerah kawasan Ijen justru yang dijual bukan kopi asal Bondowoso,” tegasnya.

Tim asesor Unesco Global Geopark (UGG) dijadwalkan akan melakukan penilaian Ijen Geopark pada 8-13 Juni 2022 mendatang. Ada lima titik yang akan ditinjau oleh tim assesment. Yaitu Kawah Wurung, Kluncing, Lava Plalangan, pemandian air panas Blawan dan Paltuding.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Ijen, Ferry Hadi Sutjipto menjelaskan bahwa upaya penanganan sampah sudah dilakukan. Mulai dari rutin mengambil sampah di tempat sampah rumah tangga untuk kemudian dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang disediakan oleh pihak PTP di setiap Afdeling.

Kendati masih ditemukan sampah tidak pada tempat yang telah disediakan, Ia tak memungkiri jika itu masih menjadi PR bagi jajarannya untuk lebih gencar melakukan sosialisasi pentingnya buang sampah pada tempatnya kepada warga.

“Langkah kami mengatasi itu lewat Mumdes. Punya TOSA pasti ngangkut sampah. Ini hanya perlu peningkatan kesadaran masyarakat itu saja,” ungkapnya.

“Untuk sampah yang dikolam di Kabare itu menjadi rencana juga, itu perlu alat berat untuk mengeruk. Itu saya yakin sampah dari pengunjung yang masih biasa buang sampah sembarangan,” pungkasnya. (sb)

error: