Ini Kendala Saat Ini yang Mendera Petani Nanas Madu Pemalang

Ini Kendala Saat Ini yang Mendera Petani Nanas Madu Pemalang
Seorang pengendara sedang membeli nanas madu di Belik, Kabupaten Pemalang. (Foto : Budi S / Portal Indonesia)

Nanas madu merupakan varietas asli dari Desa Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Rasa buahnya yang manis inilah yang kemudian disebut nanas madu.

PEMALANG|Portal-Indonesia.com – Nanas madu mengalami booming sejak tahun 2012. Kemudian pada tahun 2014, wilayah di luar Belik ikut-ikutan budidaya nanas madu tersebut.

“Kalau untuk budidaya nanas di Belik sejak tahun 1970, namun untuk nanas madu sejak tahun 2012. Jadi nanas madu ini asli dari sini (Belik, red),” papar Sutomo, Kaur Umum Pemdes Belik saat dihubungi Portal Indonesia, Jum’at (22/1).

Saking terkenal dengan komoditas nanas, lanjut Sutomo, lahan di wilayah Belik sendiri 95% ditanami buah nanas. “Jadi di wilayah sini memang habitatnya nanas. Cocoknya ya ditanam nanas, karena tanahnya berkerikil dan tidak banyak mengandung air,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan Sutomo yang juga petani nanas, bahwa, saat ini sejumlah kendala mendera para petani nanas di Belik. Terutama sejak masa Pandemi Covid-19, tak ayal pangsa pasar semakin berkurang. Sementara pasokan nanas melimpah ruah di kebun. “Permintaan pasar terpending, seperti di Jakarta dan Bali,” katanya.

Ini Kendala Saat Ini yang Mendera Petani Nanas Madu Pemalang
Kaur Umum Pemdes Belik, Sutomo. (Foto : Budi S / Portal Indonesia)

Persoalan lainnya, katanya, adalah semakin luasnya lahan. Serta datangnya musim penghujan yang menyebabkan banyak petani membiarkan nanasnya tidak dipetik dan membusuk.

“Seperti nanas di kebun saya harusnya Desember 2020 kemarin sudah panen dan dijual. Namun lantaran pandemi di tambah datangnya hujan terus-menerus, jadi saya biarkan saja,” kata Sutomo.

Dia dan petani di wilayah Belik berharap pemerintah memberikan edukasi kepada para petani nanas supaya bisa menemukan formula biar pasokan komoditi tidak membludak.

Kemudian permasalahan lainnya yang dihadapi para petani, yakni persoalan pupuk bersubsidi yang sulit di dapat. Serta penambahan kartu tani bagi para petani nanas. (Bud)

Tinggalkan Balasan

error: