Ingatkan Peran SPKT, Kapolda Jateng ; Jadi Pendengar yang Baik, Ramah, dan Tidak Menggurui

  • Bagikan
Ingatkan Peran SPKT, Kapolda Jateng ; Jadi Pendengar yang Baik, Ramah, dan Tidak Menggurui
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi berikan sambutan pada acara Rakernis SPKT (Ist)

SEMARANG – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi membuka Rakernis Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Jajaran Polda Jawa Tengah di Hotel Griya Persada, Bandungan, Kabupaten Semarang pada Kamis (4/11).

Irjen Pol Ahmad Luthfi yang didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jawa Tengah berikan sambutan terkait peran SPKT dalam kegiatan yang bertema “Melalui Rakernis Fungsi SPKT, Kita Tingkatkan Pelayanan Terpadu di Polda Jateng Menuju Polri Yang Presisi”.

Dalam sambutannya, Kapolda ingatkan peran SPKT sebagai etalase Polri dalam melayani masyarakat sehingga penampilan kantor dan petugas harus menjadi perhatian utama.

“Tapi ingat, masyarakat yang datang ke kantor polisi adalah mereka yang butuh bantuan atau orang bermasalah. Penampilan itu penting, tapi untuk melayani masyarakat butuh ilmu psikologi,” jelasnya.

Menurutnya, petugas harus memberikan solusi pelayanan bagi setiap pelapor secara cepat sehingga petugas harus paham standar operasional prosedur (SOP) pelayanan Polri.

“Salurkan sesuai permasalahan mereka. Bila melaporkan tindak pidana, segera koordinasi dan arahkan ke fungsi yang berwenang,” tegasnya.

Apabila kejadian yang dilaporkan merupakan masalah perdata, petugas harus bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat agar mengerti dan puas dengan penjelan petugas Polri.

“Jadi pendengar yang baik, bersikap ramah dan tidak menggurui itu kunci. Dengarkan permasalahan masyarakat dan jelaskan solusi yang dapat dilakukan sesuai aturan yang berlaku,” ulang Kapolda di hadapan puluhan petugas SPKT sejajaran Polda Jateng.

Cara komunikasi dan penjelasan yang baik secara psikologis sangat bermanfaat bagi pelapor selaku konsumen menurut Kapolda.

“Maka dari itu, petugas Polri di SPKT haruslah polisi-polisi cerdas yang bisa memahami kondisi psikologi pelapor dan berjiwa melayani. Paling tidak, dengan keramahan pelayanan petugas, beban psikologis mereka dapat berkurang,” tutup Irjen Ahmad Luthfi. (*/Deano)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

error: