INAKER Bersama Lurah Tanjungrejo Tinjau Bangunan di Lokasi Rawan Bencana

INAKER Bersama Lurah Tanjungrejo Tinjau Bangunan di Lokasi Rawan Bencana
Bersama perangkat kelurahan.Tim INAKER tinjau lokasi bangunan rawan bencana longsor dam banjir.Rabu(27/01/2021)poto- galih portal-indonesia.com

MALANG RAYA |Portal-Indonesia.com,- Berawal dari informasi warga pemilik usaha kuliner didekat lokasi sungai Sewerage ,Nurul Hasanah Wk.Ketua bidang Pemberdayaan dan UMKM bersama Miftah Arifin Ketua bidang Mahkamah organisasi Indonesia Bekerja (INAKER) PC Malang kota turun ke lokasi tepat diselatan kantor kelurahan Tanjungrejo,kecamatan Sukun Kota Malang, Rabu (27/01/2021)

Warga bernama Dini,pemilik usaha kuliner dilokasi dekat sungai Sewarage tersebut menyampaikan maksud dan keinginannya,bahwa dirinya ingin membantu warga yang menghuni persis dibawah tempat usahanya.

” Di bawah ada rumah tinggal yang dekat dengan tempat usaha kami dan rawan longsor juga bangunan tersebut tepat dibibir aliran sungai.” papar Dini pada awak media.

“Kami menindak lanjuti informasi dari mbak Dini selaku pemilik usaha kuliner yang punya keinginan dan peduli akan keselamatan warga penghuni rumah tinggal tepat dibibir sungai ini untuk kita teruskan kepada pihak kelurahan Tanjungrejo” ungkap Nurul Hasanah dari INAKER

“Dengan hadirnya pak Lurah turun kelokasi,merupakan respon cepat menanggapi informasi yang sampai kebeliaunya” sambungnya.

INAKER Bersama Lurah Tanjungrejo Tinjau Bangunan di Lokasi Rawan Bencana

“lagi pula bangunan rumah tersebut persis dibawah gorong-gorong pembuangan air yang besar ,bahaya jika ada rembesan air dikawasan itu.” tambah Miftah Arifin.

Pantauan awak portal-indonesia.com dilokasi.Pihak lurah hadir didampingi staf dan pengurus LPMK setempat.

Nampak beberapa rumah warga yang mepet dibibir sungai juga bangunan tempat tinggal tersebut berdiri persis dibawah perengan yang telah disheeting jadi warung kuliner milik Dini warga sekitar.

Bangunan tersebut jelas melanggar aturan.Karena bisa terkena dampak bencana longsor maupun banjir sewaktu-waktu.Jika terkena dampak longsor kwatirnya pihak pemilik usaha kuliner yang disalahkan warga sekitar.

Menurut Lurah setempat,hasil dari tinjauan ini adalah guna mencari solusi bersama terkait adanya bangunan dibibir sungai tersebut.

“Nanti segera kita bicarakan bersama pihak RT/RW setempat besama pihak LPMK dan pemilik usaha kuliner ini,yang punya keinginan untuk ikut berpartisipasi membantu warga bertempat tinggal dibawah perengan yang rawan terdampak bencana longsor maupun banjir” ujar Abdul Aziz yang baru dua bulan bertugas sebagai lurah Tanjungrejo.

‘Terimakasih sinergitas warga pemilik usaha kuliner maupun INAKER yang peduli keselamatan warga pada lingkungan tempat tinggal yang kurang memenuhi syarat.” tambahnya.

Menyikapi hal itu,lurah setempat menyampaikan kemungkinan perihal tersebut bisa masuk menjadi usulan prioritas dimusbangkel hingga kemusbangcam agar terakomodir oleh Pemkot Malang.

“Kami yakin INAKER yang kami ketahui sebagai organisasi nasional bisa menjadi sinergitas dan mitra kerja birokrasi pemerintah ,baik nasional,regional maupun lokal.” sambung pemilik usaha kuliner dilokasi yang ternyata sempat mengikuti eksistensi organisasi INAKER melalui weeb inaker.

Tinggalkan Balasan

error: