Ijazah Tak Terbit dan Dana Jutaan Tak Kembali, Oknum Makelar di Situbondo Bakal Diproses

Ijazah Tak Terbit dan Dana Jutaan Tak Kembali, Oknum Makelar di Situbondo Bakal Diproses

Ilustrasi. 

SITUBONDO|portal-indonesia.com – Berita tentang tak kunjung terbitnya ijazah Paket B Siswadi (58), warga Kp Tanggulun RT 010 RW 003 Desa Lamongan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Situbondo, kian santer. Kamis (28/1/2021)

Seperti diketahui pada pemberitaan sebelumnya, untuk bisa mendapatkan ijazah Paket B, Siswadi selaku korban telah mengeluarkan dana sekitar 9 juta rupiah.

Informasi terhimpun portal-indonesia.com menyebutkan, bahwa korban menyerahkan dana tersebut secara bertahap dan diterima oleh beberapa orang makelar (perantara) yang mengaku bisa membantu korban untuk mendapatkan ijazah Paket B tanpa harus mengikuti proses kegiatan belajar mengajar sebagaimana mestinya.

Beberapa orang yang telah menerima dana dari korban, diantaranya oknum perangkat Desa Lamongan berinisial FR dan oknum warga Kecamatan Kapongan berinisial W yang diketahui merupakan teman akrab sekaligus orang kepercayaan FR.

Menurut keterangan FR, dirinya hanya sebatas perantara. Sedangkan terkait ijazah tersebut ia pasrahkan kepada temannya.

Namun, FR membantah terkait penyampaian korban yang menyebut biaya untuk pengurusan ijazah Paket C sebesar 9 juta rupiah.

Pengakuan FR, ia hanya menerima dana untuk biaya pendaftaran dan mendapatkan ijazah Paket B dari korban hanya sebesar 700 ribu rupiah. Uang tersebut diterima saat di rumahnya (FR).

Selebihnya dari dana tersebut, FR malah menuding W yang telah menerimanya. “Berapa jumlahnya, saya tak paham,” kata FR.

Ditempat terpisah, W juga membantah ketika dimintai keterangan terkait dana seperti yang disebut korban. “Kalau 9 juta rupiah itu tidak benar, yang jelas uang dari dia (Siswadi) itu jumlah keseluruhannya sebesar 3,7 juta rupiah.

Tak hanya itu, W juga menepis saat disinggung terkait tudingan FR. “Jumlah keseluruhannya 3,7 juta rupiah yang saya terima, itu pun tidak utuh. Saya bagikan juga ke oknum (FR) karena permintaanya,” ungkap W.

Adanya persoalan ijazah yang tak kunjung terbit dengan dana yang telah dikeluarkan sekitar 9 juta rupiah, membuat Siswadi geram.

“Ini sangat merugikan saya. Padahal uang yang telah saya serahkan ke mereka untuk biaya kejar Paket B itu, adalah uang dari hasil pinjaman. Sebetulnya saya tidak mau mengungkapkan hal ini ke awak media, tapi bagaimana lagi, sejak awal tahun 2019 sampai sekarang masih belum ada kejelasan,” beber Siswadi.

Hingga akhirnya persoalan ijazah Paket B berikut dana yang melibatkan oknum perangkat Desa Lamongan itu, terdengar oleh kepala desa dan camat setempat.

Ijazah Tak Terbit dan Dana Jutaan Tak Kembali, Oknum Makelar di Situbondo Bakal Diproses

Dalam keterangan Kades Lamongan, Hariyanto SE mengatakan secara tegas agar oknum perangkat desa tersebut untuk bertanggungjawab.

“Apabila hal itu benar dilakukan oleh oknum perangkat desa seperti pengakuan warga, saya meminta yang bersangkutan harus bertanggung jawab. Itu saja yang bisa saya sampaikan mas,” ujar Hariyanto yang akrab disapa H. Obama, saat di kantor Desa Lamongan.

Ijazah Tak Terbit dan Dana Jutaan Tak Kembali, Oknum Makelar di Situbondo Bakal Diproses

Sementara Camat Arjasa, Sudarto MM mengatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Akan saya tanyakan dulu kebenarannya dan yang jelas saya akan memanggil oknum perangkat desa yang terlibat persoalan itu,” tandasnya.

Editor: Abdul Hakim

Tinggalkan Balasan

error: