Portal DIY

Hadapi Peningkatan Aktivitas Merapi, Bupati Sleman Pastikan Kesiapsiagaan Posko Utama BPBD

Portal Indonesia
187
×

Hadapi Peningkatan Aktivitas Merapi, Bupati Sleman Pastikan Kesiapsiagaan Posko Utama BPBD

Sebarkan artikel ini
Kepala BPBD Kabupaten Sleman Makwan (paling kiri) sedang menjelaskan kondisi Merapi kepada Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Menindaklanjuti peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang terus meningkat sejak Juni 2024, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo Memantau Posko Utama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman yang berada di Kapanewon Pakem, Kamis (11/7/2024).

Selain untuk memantau aktivitas Merapi, kegiatan bupati Slemn ini juga untuk memastikan kesiapsiagaan BPBD Sleman dalam menanggapi kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Merapi baik itu dari segi logistik, peralatan, transportasi, maupun petugas sebagai upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi.

“Alhamdulillah sekarang sudah melandai, tetapi masyarakat diharapkan tetap waspada dalam beraktivitas terutama masyarakat yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III Gunung Merapi,” imbau Kustini.

Kustini juga mengharapkan agar masyarakat maupun wisatawan bisa mematuhi zona aktivitas yang aman sesuai rekomendasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan menjelaskan bahwa aktivitas Gunung Merapi terkini masih cukup tinggi, yaitu ditandai dengan muntahan material vulkanik dan deformasi.

“Beberapa kali terjadi luncuran lava pijar dalam satu minggu terakhir dan cukup tinggi,” jelas Makwan.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo tinjau berbagai peralatan di Posko Kebencanaan BPBD Sleman (Brd/Portal Indonesia)

Pemerintah Kabupaten Sleman memperpanjang status “SIAGA” Gunung Merapi melalui Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 27.21/Kep.KDH/A/2024 tentang Perpanjangan Penetapan Status Siaga Darurat Erupsi Gunung Api Merapi.

Sementara berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 10 Juli 2024 yang disampaikan oleh BPPTKG, terpantau aktivitas vulkanik Gunungapi Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif.

Berdasarkan laporan tersebut, potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas pada sisi selatan-barat daya, yaitu di Sungai Boyong (sejauh 5 kilometer) serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (sejauh maksimal 7 kilometer).

Baca Juga:  Pemkab-Polresta Sleman Optimalisasi Lahan Tidur untuk Antisipasi Darurat Pangan

Sementara pada sisi tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Meski demikian, kondisi masih aman dan masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa namun diimbau untuk tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya serta waspada bahaya lahar dan awan panas guguran saat terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi. (Brd)

 

*) Ikuti Berita Terbaru Portal Indonesia di Google News klik disini dan Jangan Lupa di Follow.