Portal Sumsel

Geliat Ekonomi, Jalur Transportasi di DAS Lematang Mulai Kembali Ramai

17
×

Geliat Ekonomi, Jalur Transportasi di DAS Lematang Mulai Kembali Ramai

Sebarkan artikel ini
Geliat Ekonomi, Jalur Transportasi di DAS Lematang Mulai Kembali Ramai
Kapal pengangkut batu bara terlihat berada di DAS (daerah aliran sungai) Lematang. 

SUMSEL PORTAL-INDONESIA.COM – Perekonomian masyarakat di sejumlah kabupaten di Provinsi Sumsel khususnya masyarakat yang berada di wilayah DAS (daerah aliran sungai), mulai bergeliat.

Informasi dihimpun, sejak PT MAP (Musi Prima Coal) beroperasi, banyak masyarakat yang dilibatkan untuk bekerja dan aktivitas pengangkutan batu bara oleh kapal-kapal di DAS Lematang mulai kembali ramai. Seperti yang diungkapkan oleh Zulkarnain, warga Kelurahan Payu Putat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih.

“Masyarakat Payu Putat sangat berterima kasih, selain banyak masyarakat yang dilibatkan untuk bekerja, para petani dan nelayan juga mendapat pembinaan dari perusahaan itu,” ungkapnya.

Harapannya, roda perekonomian masyarakat Lematang mengalami kemajuan pesat seperti masa kejayaan di era 70-an.

“Pada era 70-an, hilir mudik kapal di sungai Lematang menjadi pemacu roda perekonomian masyarakat Lematang. Semoga itu dapat kembali terwujud,” ucap Zulkarnain.

Seperti diketahui, Sungai Lematang  merupakan salah satu sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat dan turut berperan dalam perkembangan kebudayaan di Sumatera Selatan.

Sungai Lematang mengalir melewati lima kota/kabupaten, antara lain Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (Pali), Kota Prabumulih, dan Kabupaten Muara Enim.

Dilihat dari keletakannya, Sungai Lematang mengalir di tengah-tengah aliran sungai lainnya. Sungai ini berhulu di dataran tinggi Pasemah, kemudian alirannya bertemu dengan Sungai Enim, terus melewati Tanah Abang, dan bermuara di Sungai Musi.

Nah, kehadiran PT MPC yang kini mulai beroperasi dengan mengerahkan kapal-kapalnya untuk mengangkut batu bara melalui DAS Lematang, disambut antusias oleh masyarakat Lematang.

“Kami menyambut baik operasinya PT MPC karena sangat dinantikan masyarakat, kami masyarakat Dangku sangat berterimakasih sekali, semoga ini berjalan lancar dan memohon agar pemerintah dapat memberikan dukungan agar perusahaan ini beroperasi dengan baik,” ungkap Ketua Fakar Lematang Kabupaten Muara Enim, Firdaus Marabes.

Menurut aktivitas asal Desa Dangku Kecamatan Empat Petulai Dangku ini, dengan beroperasinya PT MPC, dapat mengurangi jumlah pengangguran dan bisa meningkatkan penghasilan masyarakat. “Ini dapat berdampak pada laju roda perekonomian masyarakat kian bergeliat,” ujarnya.

Selain dapat mengurangi jumlah pengangguran, masyarakat juga terbantu. “Sebab saat ini kita sedang mengalami krisis harga karet yang murah,” imbuhnya.

Lain halnya dengan penyampaian Hidayah Dani, Lurah Muara Sungai Kecamatan Cambai Kota Prabumulih

Hidayah Dani mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kepada setiap perusahaan yang beroperasi. “Yang penting sesuai aturan dan tetap menjaga kearifan lokal serta tidak menghilangkan budaya toleransi agar masyarakat kami dapat diberikan CSR oleh perusahaan,” ucapnya.

Disinggung soal izin kapal pengangkut batu bara, Lurah Muara Sungai menyampaikan bahwa terkait itu bukan wewenangnya.

“Urusan izin kami yakin ini ranah pemerintah yang lebih tinggi bukan urusan kami kepala Desa, tugas kami memberikan informasi yang baik ke masyarakat agar mendukung program pemerintah untuk pasokan listrik nasional melalui batu bara dan bukan menjadi provokator masyarakat, itu saja,” ungkap Lurah sederhana ini.

Sementara menurut Ristaudin Sekdes Danau Tampang Kecamatan Sungai Rotan Kabupaten Muara Enim, masyarakat Danau Tampang mendukung sekali kegiatan yang dikelola dan dioperasikan oleh perusahaan tersebut. “Kami yakin mereka akan komitmen membantu masyarakat,” ucapnya.

Lanjut Ristaudin, jujur masyakarat Desa Danau Tampang sangat bahagia apabila Sungai Lematang menjadi ramai kembali seperti tahun 70 – 80an. “Saat itu sungai Lematang ini menjadi jalur transportasi umum,” pungkasnya.

Geliat Ekonomi, Jalur Transportasi di DAS Lematang Mulai Kembali Ramai
Susana rapat koordinasi pihak PT MPC dengan masyarakat yang berada di sekitar DAS Lematang.

Terpisah, Ali Wardana Humas PT AMP selaku mitra kerja PT MPC mengatakan, sejauh ini masyarakat mendukung dan tidak ada gejolak. “Apalagi perusahaan bertanggung jawab jika ada kerusakan akibat objek olah gerak kapal kami,” katanya.

Namun menurut pria asal Desa Siku ini,  pro dan kontra itu dimana-dimana ada. “Sejauh ini masyarakat dari Desa Dangku sampai Muara Lematang masih kondusif,” imbuhnya.

Ditanya tentang perizinan, Ali Wardana menegaskan bahwa PT MPC tegak lurus dengan aturan hukum yang berlaku.

“Izin ini dikeluarkan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Selatan dikarenakan ranah mereka, intinya jika ada surat resmi dari instansi terkait kita patuhi, dan PT MPC adalah perusahaan besar yang taat aturan,” beber Ali Wardana. (Lidian Heri)