MONTREAL — Ketua Umum PSSI Erick Thohir melakukan pertemuan strategis dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Montreal, Kanada, jelang pembukaan Kongres FIFA 2026. Pertemuan tertutup ini menjadi momentum krusial bagi arah sepak bola Indonesia dalam satu dekade ke depan. Baca juga roadmap PSSI. Baca juga komposisi timnas AFF.

Apa yang Dibahas dalam Pertemuan?
Pembicaraan berpusat pada lima pilar utama. Pertama, program sertifikasi stadion berstandar FIFA yang menargetkan minimal lima venue siap menggelar pertandingan internasional pada 2027. Kedua, dana FIFA Forward dengan fokus pada transparansi penggunaan dan dampak terukur. Ketiga, hilirisasi pengembangan pemuda melalui Youth League berbasis zona. Keempat, percepatan integritas kompetisi termasuk teknologi semi-otomatis untuk wasit (SAOT). Kelima, penegakan tata kelola federasi.
Infantino menekankan komitmen FIFA untuk mendampingi Indonesia tidak hanya dalam event, tetapi dalam pembangunan sistem. “Indonesia punya potensi pasar dan demografi terbesar, tapi harus diimbangi dengan fondasi kompetisi yang kuat.”
Dampak Langsung ke Liga 1
PSSI berencana memberlakukan standar minimum kompetisi baru yang mewajibkan klub memiliki fasilitas latihan berlisensi, tim medis berstandar FIFA, dan sistem keamanan stadion terintegrasi. Kebijakan ini mulai diuji musim kompetisi 2025/2026 dengan masa transisi enam bulan.
Diskusi memperkuat rencana penggunaan VAR full di seluruh pertandingan Liga 1 pada putaran kedua musim ini, serta persiapan SAOT pada musim depan. Federasi juga akan memperketat aturan pemain muda U-23 wajib bermain minimal 1.000 menit per musim, serta mewajibkan setiap klub memiliki akademi berlisensi PSSI.
Peta Jalan Prioritas 12 Bulan
- Q3 2025: Penyelesaian audit stadion kandang klub Liga 1 oleh tim FIFA; peluncuran platform data pemuda nasional.
- Q4 2025: Implementasi penuh VAR di Liga 1; kick-off Youth League zona; peluncuran PSSI Integrity App.
- Q1 2026: Uji coba SAOT di pertandingan piala nasional; inspeksi sertifikasi lima stadion prioritas.
- Q2 2026: Rapat evaluasi bersama FIFA; publikasi laporan transparansi dana FIFA Forward.
Benchmark Publik untuk Mengukur Kemajuan
- Jumlah stadion bersertifikat FIFA: target 5 pada akhir 2026.
- Peringkat FIFA Timnas Indonesia: target masuk 100 besar.
- Cakupan VAR dan SAOT di seluruh pertandingan Liga 1.
- Menit bermain U-23 rata-rata per klub Liga 1.
- Jumlah akademi berlisensi PSSI: target 36 akademi aktif.
- Prestasi timnas U-17, U-20, dan U-23 di kompetisi AFC dan FIFA.
Semua data akan diunggah di situs resmi PSSI dan dasbor publik FIFA Forward.
Kesimpulan
Pertemuan ini mengirim sinyal bahwa Indonesia tidak lagi dianggap federasi pasif. Dengan fondasi regulasi yang jelas, teknologi yang dipercepat, serta transparansi publik, sepak bola Tanah Air berpeluang besar menjadi model pembangunan olahraga di kawasan ASEAN. Namun, seperti kata Infantino, “Potensi harus diimbangi dengan eksekusi yang konsisten.”
Sumber: FIFA Official, PSSI Official














