PendidikanPortal Jatim

Duh, Murid SMKN 1 Grati Pasuruan Dikeluarkan dari Sekolah Secara Paksa

108
×

Duh, Murid SMKN 1 Grati Pasuruan Dikeluarkan dari Sekolah Secara Paksa

Sebarkan artikel ini
Duh, Murid SMKN 1 Grati Pasuruan Dikeluarkan dari Sekolah Secara Paksa

PASURUAN. portal-indonesia.com – MM, murid SMK Negeri I Grati Pasuruan Jawa Timur, diduga dikeluarkan secara paksa oleh oknum guru wali kelas dan guru BK.

Wali murid dari MM menceritakan kepada anggota BPKP (barisan pemerhati kinerja publik) dan awak media, kalau anaknya pernah beberapa kali dipanggil pihak sekolah.

“Dipanggil katanya karena sering alpa, main Hp saat kegiatan belajar, dan ketahuan merokok bersama kawa-kawannya di kamar mandi sekolah,” ujarnya, selasa 23/05/2023 sore.

Dia juga menceritakan kalau guru wali kelas anaknya yang berinisial L bersama seorang guru BK pernah datang ke rumahnya. Di rumah, guru wali kelas dan BK itu menyodorkan buku besar yang sudah berisikan tulisan tangan berupa pernyataan “keluar dari SMKN 1 Grati”.

Lalu mereka memaksa wali murid MM dan MM untuk menanda tangani peryataan keluar dari SMKN 1 Grati yang tulisannya sudah ada pada buku besar tersebut.

“Mohon maaf, MM sekarang dikeluarkan dari sekolah. kesalahanya merokok, main Hp dan alpa. Pindah saja, pokok ini keputusan, MM sekarang tidak boleh masuk sekolah SMKN 1 Grati” ujar ibu murid menirukan ucapan guru yang datang ke rumahnya.

MM sebagai murid saat itu hanya bisa diam tidak menjawab ataupun menandatangani pernyataan tersebut. Hingga guru menyuruh tanda tangan dengan nada tinggi. Hingga akhirnya ibu murid dengan terpaksa menandatangani buku tersebut

“M ayo tandatangan M !, gurunya bilang begitu, tapi anak saya diam saja, kami dipaksa sama guru untuk tanda tangan, akhirnya saya tanda tangani,saya sampai nangis dua hari mas” ucap wali murid MM kepada BPKP dan awak media

BPKP sangat menyayangkan kejadian ini. Menurutnya perbuatan kedua guru itu sudah keluar dari koridor dan dianggap tidak tidak sesuai dengan tupoksinya sebagai seorang guru, yang tugas utamanya untuk mendidik, membimbing, mengajar, mengarahkan, menilai, melatih dan mengevaluasi para peserta didiknya.

“Kalaupun melakukan home visit bukan begitu caranya, ini sudah menyalahi aturan serta mencoreng dunia pendidikan di indonesia, belum lagi beban mental psikologis murid akibat perbuatan oknum guru pendidik,” tegas salah satu anggota BPKP Pasuruan.

Selanjutnya BPKP dan awak media langsung mendatangi SMKN 1 Grati yang berada di Jl Raya Ngopak No 1 Dusun Kerawan Kedawung Wetan Kecamatan Grati, Kamis 25/05/2023 pagi. Tujuannya, untuk meminta klarifikasi kepada kepala sekolah/guru wali kelas dari murid yang bersangkutan.

Duh, Murid SMKN 1 Grati Pasuruan Dikeluarkan dari Sekolah Secara Paksa
PihakbSMK Negeri I Grati saat menemui awak media dan anggota BPKP.

Namun kepala sekolah dan guru wali kelas saat itu sedang tidak ada di tempat. Menurut keterangan guru yang menemui awak media dan anggota BPKP, bahwa pimpinannya (kepala sekolah) dan guru wali kelas murid bersangkutan ada giat di luar.

Lalu awak media dan anggota BPKP yang yang datang ke SMK Negeri 1 Grati diminta untuk kembali lagi ke sekolah pada Senin (29/05/2023).

Namun sayangnya, Kepala SMK Negeri 1 Grati yang juga sebagai Ketua MKKS se Kota/Kabupaten Pasuruan tidak ada di kantornya. Awak media dan anggota BPKP hanya ditemui Humas SMK Negeri 1 Grati.

Humas itu memberi tahu bahwa kepala sekolahnya tidak bisa menemui dikarenakan ada general cek up.

Selanjutnya kepala sekolah yang diketahui bernama Nining itu membuat janji sendiri kepada anggota BPKP dan awak media yang disampaikan Humas melalui Hpnya bahwa bisa ditemui pada Selasa (30/5/2023) sekira pukul 10.00 WIB.

Di balik janji tersebut, kepala sekolah itu menghubungi salah satu oknum anggota LSM untuk mengondisikan agar awak media dan anggota BPKP tidak datang lagi ke sekolah.

Hal itu diketahui setelah oknum LSM yang dihubungi kepala sekolah itu  mengajak ketemuan dengan awak media anggota BPKP pada malam hari itu.

Namun tetap saja anggota BPKP dan awak media hadir ke sekolah tersebut.

Dan amat disayangkan, lagi-lagi Nining tidak menepati janjinya dengan berpesan kepada Humas bahwa urusan terkait murid sudah clear dan tidak dapat menemui karena ada general cek up yang masih belum kelar urusannya.

Upik Hidayat selaku ketum cabang BPKP Pasuruan sangat prihatin dengan sikap kepala sekolah Dra. Nining Faridah,M.Si. yang sekaligus menjabat sebagai Ketua MKKS se-kota dan Kabupaten Pasuruan tersebut.(saichu)