DPC PKB Probolinggo layangkan Surat Usulan PAW Eny Kusrini ke Kantor Dewan

DPC PKB Probolinggo layangkan Surat Usulan PAW Eny Kusrini ke Kantor Dewan
Surat pengusulan PAW yang dikirimkan DPC PKB ke Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO — Permasalahan Eny Kusrini akhirnya terjawab setelah DPC PKB Kabupaten Probolinggo menerima surat salinan putusan Mahkamah Agung Nomor 7 K/Pdt.Sus-Parpol/2022, pada Senin tanggal 7 Februari 2022.

Terkait hal tersebut, DPC PKB Kabupaten Probolinggo melayangkan surat pengusulan PAW (pemberhentian antar waktu) terhadap Eny Kusrini ke kantor DPRD Kabupaten Probolinggo. Surat tersebut diserahkan oleh Musthofa, Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Selasa (12/4/2022).

DPC PKB Probolinggo layangkan Surat Usulan PAW Eny Kusrini ke Kantor Dewan
Musthofa, Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo.

Musthofa mengatakan bahwa kedatangannya ke kantor DPRD Kabupaten Probolinggo dalam rangka menyampaikan mandat dari ketua DPC PKB untuk menyerahkan surat pengusulan proses PAW Eny Kusrini yang sudah inkraht dari Mahkamah Agung.

“Dengan putusan Mahkamah Agung, Nomor 7 K/Pdt.Sus-Parpol/2022, bahwa menolak permohonan kasasi dari pemohon Eny Kusrini”, kata Musthofa.

Musthofa juga mengatakan, sesuai yang diatur UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, pasal 194, bahwa setelah partai bersurat kepada ketua DPRD untuk memberitahukan proses pemberhentian antar waktu (PAW). Maka dalam waktu selama 7 hari, pimpinan DPRD bersurat kepada Gubenur melalui Bupati. Dan selama dalam waktu 7 hari, Bupati bersurat kepada Gubenur, dan kemudian ada waktu selama 14 hari Gubenur untuk mengeluarkan surat pemberhentian kepada Eny Kusrini.

“Tanpa surat dari pihak kami, DPRD Kabupaten Probolinggo seharusnya sudah mengambil langkah. Karena pada sengketa partai tersebut, pihak DPRD turut tergugat, yang artinya mengikuti proses persidangan” beber Musthofa.

DPC PKB Probolinggo layangkan Surat Usulan PAW Eny Kusrini ke Kantor Dewan

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma mengatakan, untuk langkah awal pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Kami masih ada di luar kota, nanti kami akan cek dan setelah sesuai dengan prosedur yang ada maka kami akan proses lebih lanjut,” kata Oka saat dikonfirmasi portal-indonesia.com melalui telepon selulernya.

Oka juga mengatakan bahwa pihak yang bersangkutan (Eny Kusrini) dinyatakan resmi diberhentikan setelah adanya surat SK pemberhentian dari Gubenur Jawa Timur turun.

“Senyampang SK pemberhentian dari Gubernur masih belum turun, pihak yang bersangkutan masih berhak menerima haknya sebagai anggota dewan,” pungkasnya.

error: