Dosen A Cabuli Mahasiswi Unsri Bimbingan Skripsi Ditahan 20 Hari Kedepan

Dosen A Cabuli Mahasiswi Unsri Bimbingan Skripsi Ditahan 20 Hari Kedepan

PALEMBANG –Dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) bernama inisial A (34) ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap mahasiswi inisial DR.

Hal itu karena pelaku terbukti bersalah dari hasil lidik dan sidik, dia langsung ditahan. “Kita secara resmi menetapkan dia sebagai tersangka dan langsung kita tahan 20 hari Kedepan terhitung mulai pukul 00.00 WIB nanti,” ujar Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Hisar Siallagan, Senin (6/11).

“Tersangka A , langsung ditahan 20 hari kedepan terhitung mulai pukul 00.00 WIB dini hari nanti untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kombes Pol Hisar Siallagan.

Dirinya menjelaskan, bahwa penetapan tersangka terhadap dosen tersebut berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan anggota usai menerima laporan mahasiswi DR tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan serta informasi yang sudah diterima sejak 29 September 2021 lalu hari ini menetapkan status tersangka atas kasus pencabulan ke seorang mahasiswi inisial DR

Dalam aksinya, kata dia, A yang merupakan dosen pembimbing skripsi melakukan aksi cabul itu terhadap seorang mahasiswi inisial DR pada September 2021 lalu. “Tersangka merupakan Dosen Pembimbing korban yang mana telah melakukan perbuatan cabul saat melakukan bimbingan dan meminta tanda tangan untuk skripsi di salah satu Labrotarium yang berada di daerah Kampus Unsri Indralaya, Ogan Iir,” aku dia.

Lanjut dia mengatakan, bahwa dalam mengungkap kasus ini pihaknya berkerjasama dengan beberapa instansi terkait, seperti Dinas PPPA dan Dinas Sosial untuk mendampingan psikologis korban.

Atas perbuatannya, tersangka A kini ditahan dan dijerat Pasal 289 KUHPidana dan Pasal 294 Ayat 2 Poin 1 KUHPidana. Barang bukti yang diamankan selembar pakaian korban, selembar tank top korban, dan sebuah Bra Korban. “Pelaku kita terancam hukuman penjara selama 7 tahun hingga 9 tahun dan 20 hari Kedepan ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tutupnya (Hadi ST)

error: