Portal DIY

Donor Darah Massal di Gereja Pojok Sleman Dibanjiri Doorprize

10
×

Donor Darah Massal di Gereja Pojok Sleman Dibanjiri Doorprize

Sebarkan artikel ini
Donor Darah Massal di Gereja Pojok Sleman Dibanjiri Doorprize
Sekda Sleman Hardo Kiswoyo (kanan) ketika meninjau donor darah di Gereja Pojok (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Aksi Donor darah massal yang diselenggarakan umat katolik stasi Pojok, Paroki Klepu Kabupaten Sleman di Komplek Gereja Ssanto Yohanes Chrisostomus Pojok, Minggu (16/4/2023) tergolong unik dan mengundang perhatian banyak orang.

Selain dimeriahkan kesenian tradisional Slawatan katolik (Slaka), aksi donor darah tersebut dibanjiri doorprize, hingga semua peserta donor mendapatkan doorpize atau barang kenangan dari panitia penyelenggara.

”Dalam donor darah massal ini pendaftarnya ada 95 orang. Namun yang berhasil diambil darahnya sebanyak 82 orang dan pendonor yang berhasil diambil darahnya sebanyak itu, semua mendapatkan doorprize,” kata ketua stasi Pojok Paulus Suryono.

Sedang bentuk barang doorprize yang diberikan kepada para pendonor, untuk doorppprize utama berupa sepeda, sedang doorprize bermacam-macam barang. Diantaranya, aneka makanan sajian lebaran, ayam, ikan lele, telur, kupon belanja gratis, serta potong rambut gratis.

Menurut Suryono, selain untuk membantu Palang Merah dalam menyediakan darah yang akan diberikan kepada masyarakat, aksi donor darah ini juga sebagai bentuk kepedulian umat katholik stasi Pojok, Paroki Klepu Kabupaten Sleman terhadap sesama.

Donor Darah Massal di Gereja Pojok Sleman Dibanjiri Doorprize

Karena setiap bulan Ramadhan seperti saat ini ketersediaan darah di PMI selalu menipis. Karenanya, melalui aksi donor darah ini diharapkan dapat meringankan beban PMI Sleman dalam menyediakan stok darah yang diberikan kepada pasien rumah sakit yang pengobatanya membutuhkan darah.

Suryono menambahkan aksi donor darah masal ini dipandang perlu. Sebab, dari berbagi informasi yang diterima, kini pasien di berbagai rumah sakit yang pengobatanya membutuhkan darah, jumlahnya terus meningkat. Sehingga dengan adanya aksi donor darah massal seperti ini, diharapkan bisa membantu PMI Sleman dalam memenuhi permintaan pasien terhadap darah. .

Selain itu, aksi donor darah ini, juga dimaksudkan untuk menyehatkan umat. Karena dari berbagai penelitian medis, sering donor darah itu justru menyehatkan badan. Sebab, dengan sering donor, sel-sel darah kotor sering berganti, sehingga badan menjadi lebih sehat.

Sementara itu, anggota Dewan Kehormatan PMI Sleman, yang juga Sekretaris Daerah Pemkab Sleman, Hardo Kiswoyo mengatakan bahwa, secara umum orang yang membutuhkan darah di PMI di seluruh Indonesia, wajib mengganti Biaya Pengganti Pengolah Darah (BPPD) sebanyak Rp360.000 / kantong.

Namun kusus di Sleman sejak tahun 2019 lalu, seluruh warga Sleman yang membutuhakn darah di PMI Sleman tidak dipungut biaya. Sebab biaya pengganti pengolah darah sebesar Rp 360.000 yang harus di bayar oleh orang yang membutuhkan darah, sudah ditanggung oleh APBD Pemkab Sleman.

“Sejak adanya program layanan darah gratis tersebut, ternyata orang yang membutuhkan darah di PMI Sleman juga semakin meningkat. Untuk itu, PMI Sleman juga semakin gencar melaksanakan program aksi donor darah masal ke berbagai wilayah,” kata Hardo. (Brd)