Portal Jatim

Diyakini Mampu Pacu Perekonomian Bondowoso, Anggota DPR RI Zulfikar Gandeng BI Tingkatkan Literasi Digital Bagi UMKM

15
×

Diyakini Mampu Pacu Perekonomian Bondowoso, Anggota DPR RI Zulfikar Gandeng BI Tingkatkan Literasi Digital Bagi UMKM

Sebarkan artikel ini
Diyakini Mampu Pacu Perekonomian Bondowoso, Anggota DPR RI Zulfikar Gandeng BI Tingkatkan Literasi Digital Bagi UMKM

BONDOWOSO – Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Zulfikar Arse Sadikin bersama Bank Indonesia Jember mengundang masyarakat dalam acara diskusi publik bertemakan Literasi Keuangan Digital (Financial Technology) untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bondowoso, bertempat di Aula SMK PP Tegal Ampel, Sabtu (17/6/2023).

Dalam sambutannya, anggota dewan yang akrab disapa Bang Zul ini meminta masyarakat Bondowoso agar memanfaatkan betul adanya keuangan digital guna meningkatkan pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Scroll kebawah untuk lihat konten

Bang Zul berharap para pelaku UMKM dapat memanfaatkan berbagai platform belanja online yang telah berbasis keuangan digital untuk memasarkan produk. Karena dengan cara begitu, produk-produk yang dijual dapat menyasar pangsa pasar yang lebih luas dan tentunya sangat efisien.

“Sebagai wakil rakyat, saya sangat mendukung masyarakat Bondowoso untuk ikut menumbuhkan iklim usaha yang sehat dengan UMKM,” kata Zulfikar.

Sementara Deputi Kepala Perwakilan BI Jember, Andhi Wahyu Riyadno, selaku pemateri memberikan pemahaman tentang posisi UMKM yang memiliki peran strategis sebagai sumber pertumbuhan perekonomian.

Namun, kata Andhi, sektor UMKM masih memiliki sejumlah tantangan salah satunya seperti terbatasnya akses pembiayaan, kesiapan digital dan akses pemasaran.

“Untuk itu perlu pengembangan UMKM binaan Bank Indonesia agar dilakukan dengan pendekatan penerapan tiga pilar kebijakan. Pertama korporatisasi, kapasitas dan akses Pembiayaan,” kata Andhi.

Andhi juga menegaskan jika saat ini diperlukan penerapan digitalisasi UMKM yang dilakukan di sepanjang rantai, mulai dari hulu hingga ke hilir agar tercipta ekosistem digital yang menyeluruh.

“Semisal kita punya usaha di Bondowoso, sedangkan pelanggan kita di Jakarta. Jadi dengan digitalisasi usaha kita dipermudah untuk menjangkau konsumen. Berbeda dengan jaman dulu,” pungkasnya.

Pasca pemateri mengupas tuntas soal keuangan digital, dialog dengan ratusan peserta pun terjadi. Sejumlah peserta tampak antusias mengajukan pertanyaan terkait strategi peningkatan UMKM di Bumi Ki Ronggo salah-satunya melalui keuangan digital. (SB)