Portal Jatim

Ditangkap Tangan! Polisi Ungkap Jaringan Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi di Situbondo

27
×

Ditangkap Tangan! Polisi Ungkap Jaringan Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi di Situbondo

Sebarkan artikel ini
Ditangkap Tangan! Polisi Ungkap Jaringan Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi di Situbondo

SITUBONDO — Pelaku penyalahgunaan pupuk bersubsidi jenis Urea di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, berhasil ditangkap oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo dan Polsek Asembagus.

Pelaku bernama Herli (43) yang berasal dari Desa Sopet, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo.

Penangkapan dilakukan di Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus pada hari Minggu, 28 Januari 2024, sekitar pukul 22.30 WIB.

Herli ditangkap saat kedapatan membawa 15 sak besar pupuk bersubsidi jenis Urea dengan total berat 7,5 kuintal menggunakan mobil pikap.

Modus operandi Herli adalah membeli pupuk tersebut dari seseorang berinisial A, yang berasal dari Pulau Madura, dengan harga Rp 235 ribu per sak. Ia kemudian berniat menjualnya dengan harga Rp 250 ribu per sak.

Wakapolres Situbondo, Kompol I Made Prawira Wibowo, mengatakan bahwa Herli telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman penjara selama 5 tahun.

Tindakan pelaku melanggar Pasal 110 jo Pasal 36 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 dan Permentan RI Nomor 10 Tahun 2022 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2023. Ancaman pidana bagi pelaku termasuk hukuman penjara selama 5 tahun dan denda maksimal Rp 5 juta., Tambahnya

Dalam konferensi pers yang dihadiri oleh para awak media pada hari Rabu, 31 Januari 2024, Kompol I Made Prawira Wibowo menyatakan bahwa pihak kepolisian Situbondo akan tetap melakukan pengawasan terhadap penyalahgunaan pupuk bersubsidi. Satuan tugas yang ada akan diberdayakan untuk mencegah terjadinya praktik penyalahgunaan tersebut di wilayah Situbondo.

Dalam kesempatan yang sama, Dadang Aris Bintoro, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo, juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas terhadap kios-kios yang menjual pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET).

Jika ada kios yang terbukti menjual pupuk dengan harga di atas HET, pihak Dinas Pertanian akan mengirimkan surat peringatan dan dapat mencabut izin kios tersebut. Sebagai tindakan awal, satu kios di daerah Kapongan sudah ditutup oleh Dinas Pertanian pada tahun ini., Pungkas Aris (*)