Disharmoni, Nakes Puskesmas Purworejo Berharap Ganti Pimpinan

Disharmoni, Nakes Puskesmas Purworejo Berharap Ganti Pimpinan
Nakes Puskesmas Cangkrep Purworejo saat mendatangi kantor DPRD setempat (Foto : M. Fauzi/Portal Indonesia)

PURWOREJO – Nasib para Tenaga Kesehatan (Nakes) memang tidak semuanya beruntung. Seperti yang dialami oleh para nakes di UPT Puskesmas Cangkrep, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Setelah adanya pergantian pimpinan di Puskesmas Cangkrep tersebut, para nakes malah merasa adanya kesenjangan antara pimpinan dan pegawai, serta adanya ancaman perpindahan pegawai dengan unsur suka tidak suka.

Sribudi Ningsih selaku Bidan Pelaksana di UPT Puskesmas Cangkrep, Purworejo menyampaikan, selama ini para nakes di puskesmas cangkrep mengeluh dengan adanya pimpinan yang tidak amanah dan baik tersebut.

“Yang dimaksud tidak amanah seperti tidak terbuka, tidak transparan dan tidak menjaga keamanan, kenyamanan keluarga puskesmas cangkrep kemudian memecah antar karyawan,” ucapnya saat ditemui di Daerah Cangkrep, Kecamatan/Kabupaten Purworejo, Kamis (26/08/2021).

Lebih lanjut, Sribudi mengatakan, terkait dengan jasa dan insentif karyawan, apalagi terkait dana covid-19 pimpinan puskesmas cangkrep sangat tidak terbuka dan penilaian dilakukan secara subyektif atas kepentingan keuntungan pribadi.

“Misalnya, insentif jasa pelayanan itu pembagianya tidak terbuka, berapa jumlah yang diterima terus pembagianya seperti apa. Dan kami merasa pembagianya itu tidak adil karena hanya orang-orang tertentu yang disenangi yang mendapatkan jumlah lebih besar,” katanya.

Masih dilokasi sama, Widaryanti selaku Bidan Pelaksana di UPT Puskesmas Cangkrep mengungkapkan, adanya kejanggalan dana yang turun ke puskesmas kemudian yang diberikan kepada karyawan tidak ada transparan atau tidak terbuka.

“Yang kami ketahui dana pertama itu turun Rp 300 juta terbagikan Rp 175 juta dibulan mei sampai oktober 2020, dana kedua mendapatkan Rp 200 juta terbagikan Rp 125 juta pada bulan november sampai desember, kemudian dana turun ketiga mendapatkan Rp 315 juta yang terbagikan Rp 295 juta dibulan januari sampai juni 2021, jadi sisa dana yang telah digunakan itu tidak ada kejelasan alias tidak terbuka,” ungkapnya.

Widaryanti berharap, dirinya dan nakes lainya ingin pemimpin yang amanah dan baik seperti pemimpin puskesmas sebelum-sebelumnya untuk kenyamanan dalam bekerja.

“Jadi pada intinya kami ingin segera ganti pemimpin baru, karena banyak sekali permasalahan yang kami hadapi,” pungkasnya.  (Fauzi)

Tinggalkan Balasan

error: