Dinkes Sleman Terima 13.040 Dosis Vaksin Sinovac

Dinkes Sleman Terima 13.040 Dosis Vaksin Sinovac
Babid Sumber Daya Kesehatan Dinkes Sleman (Foto : Brd / Portal Indonesia)

SLEMAN|Portal- Indonesia.com – Dengan pengawalan ketat oleh sejumlah anggota Polri, pemerintah pusat melalui Pemda D-I-Yogyakarta, Rabu (27/1/2021) menyerahkan 13.040 dosis vaksin Sinovac ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.

Penyerahan vaksin tersebut merupakan penyerahan tahap pertama putaran kedua, dan menurut rencana dinas Kesehatan Kabupaten Sleman masih akan menerima pasokan vaksin lagi, namun jumlah dan waktunya belum ditentukan.

Karena sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman telah menerima 12.380 dosis, maka dengan penyerahan 13.040 dosis tersebut, berarti selama ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sudah menrima 25.420 vaksin sinovac.

Vaksin bantuan dari pemerintah pusat tersebut, kini disimpan di gudang obat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
Menurut kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Atikah Nurhesti, 12.380 dosis vaksin covid 19 yang telah diterima sebelumnya, sebagian diantaranya telah digunakan untuk memvaksin para pejabat Muspida Sleman serta para tenaga kesehatan di Sleman.

Sedang 13.040 dosis vaksin colvid-19 yang diterima pada tahap pertama putaran kedua ini, akan digunakan untuk memvaksin para tenaga kerja kesehatan Kabupaten Sleman tahap kedua yang pelaksanaanya akan dimulai sejak tanggal 28 januiari 2021.

Lebih lanjut, Atikah menuturkan bahwa mekanisme pemberian vaksin covid-19 tahap pertama bagi para tenaga medis di Sleman yang pelaksaaanya di mulai sejak 14/1/2021 kemarin, pelaksanaanya kurang efektif. Sebab, pemberian vaksin bagi para tenaga kesehatan tahap pertama tersebut, pelaksanaanya tidak dilakukan di rumah sakit atau Puskesmas tempat tenaga medis berkarya. Melainkan dilakukan di rumah sakit atau Puskesmas yang ditentukan oleh pantia.

Sehingga, untuk melakukan vaksin, tenaga medis bersangkutan harus meninggalkan kantor tempat kejanya untuk menuju rumah sakit atau Puskesmas yang ditentukan panitia, untuk divaksin.
“Cara tersebut, oleh banyak pihak dinilai merepotkan para nakes yang akan melakukan vaksin. Sebab, untuk melakukan vaksin harus meninggalkan kantor yang otomatis juga meninggalkan pekerjaan,” kata Atikah.

Oleh karena itu dalam pemberian vaksin tahap pertama putaran kedua bagi tenaga kerja di Sleman yang akan dimulai pada tanggl 27/1/2021, polanya akan diubah. Yakni pemberian vaksinansi tahap pertama putaran kedua bagi para Tenaga kesehatan di Sleman, pelaksanaanya akan dilakukan di rumah sakit atau puskesmas tempat nakes bersakutan bekerja. (Brd)

Tinggalkan Balasan

error: