Portal Jatim

Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Pasuruan Disinyalir dalam Pelaksanaan Proyek Pemeliharaan Jalan Berkala Asal-asalan

17
×

Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Pasuruan Disinyalir dalam Pelaksanaan Proyek Pemeliharaan Jalan Berkala Asal-asalan

Sebarkan artikel ini
Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Pasuruan Disinyalir dalam Pelaksanaan Proyek Pemeliharaan Jalan Berkala Asal-asalan
Foto : M.Yahya/Portal Indonesia)

PASURUAN – Diduga Dinas Bina Marga Dan Bina Kontruksi dalam pelaksanaan pemeliharaan jalan berkala yang berada di jalan parasrejo penulupan kecamatan pohjentrek kabupaten pasuruan dengan pagu anggaran sebesar Rp.799.534.200,” dan di kerjakan dalam jangka waktu 150 hari kerja. dan dikerjakan oleh CV. WASTRACO dengan konsultan CV. ALAM PERSADA CONSULTANT

Seperti halnya dalam pengerjaan pemasangan batu pondasi dari situ sudah terlihat volume air terlalu banyak cuma oleh para pekerja di biarkan saja hingga tidak ada tindakan untuk mengurangi volume air terlebih dahulu.padahal itu sangat berpengaruh pada kekuatan suatu pondasi hingga dapat memperpendek kekuatan pondasi dan tidak akan lama akan berongga dan tidak akan bertahan lama.

Pasalnya, sudah terlihat jelas di bawah batu pasang untuk pondasi tidak terdapat adukan campuran pasir dan semen, hingga di khawatirkan bangunan akan cepat ambrol dan amburadul.

Ketika hal itu kita temui dan kami selaku kontrol sosial mempertanyakan terkait keberadaan pihak pelaksana dan juga konsultan pengawas hingga kami meminta nomor telfon dan juga mempertanyakan siapa nama pelaksananya kepada para pekerja. namun tak satupun para pekerja yang tahu hingga terkesan seperti menutup nutupi.

Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Pasuruan Disinyalir dalam Pelaksanaan Proyek Pemeliharaan Jalan Berkala Asal-asalan

“Hingga kami mempertanyakan kepada pihak dinas terkait untuk mempertanyakan nama pelaksana dan nomor telfon yang bisa di hubungi. namun pihak dinas menyampaikan dan juga memberitahu nama pelaksananya cuma saya tidak punya nomor telfon nya,”ungkapnya.

Mengenai proyek tersebut ada beberapa hal yang perlu ditindak lanjuti oleh dinas terkait tentang pelaksanaan pekerjaan nya yaitu tidak adanya konsultan pengawas dilokasi serta sulitnya menghubungi konsultan pengawas pekerjaan itu bahkan seolah sengaja tak melakukan fungsi tugas dan pengawasannya.

Di tinjau dan bermula dari kesalahan terkecil di lakukan dan terlihat aman karena tidak di jadikan pokok pembahasan dari situlah dugaan kesalahan yang agak besar bermula akan di lakukan dengan cara mengurangi volume semen hingga yang lainya, demi meraup untung yang lebih banyak.

Hingga berita ini di terbitkan masih sama tidak ada tindak lanjut yang seharusnya dilakukan. (yahya)