Portal Jateng

Diduga Terjadi Permufakatan Jahat di BMT Marhamah Kaliwiro, Begini Modusnya

42
×

Diduga Terjadi Permufakatan Jahat di BMT Marhamah Kaliwiro, Begini Modusnya

Sebarkan artikel ini

Jaminan Atas Nama Orang Langsung Cair Tanpa Survei

Diduga Terjadi Permufakatan Jahat di BMT Marhamah Kaliwiro, Begini Modusnya
Kantor BMT Marhamah Cabang Kaliwiro Wonosobo (Trs/Portal Indonesia)

WONOSOBO – Apes dialami Darmadi (70), warga Kepatihan RT 5 RW 5, Leksono, Wonosobo. Pasalnya, sertifikat tanah seluas 1 hektar miliknya dipinjam orang untuk meminjam uang di BMT Marhamah Cabang Kaliwiro Wonosobo sejak awal tahun 2002 silam dan hingga kini belum juga dikembalikan.

“Janjinya Rudi (peminjam) cuma delapan 10 bulan, tetapi sudah setahun lebih tidak dikembalikan. Pinjamannya cair berapa saya juga ndak tahu, wong saya tidak dikasih seperak pun,” kata Darmadi, Rabu (6/4) di rumahnya.

Selain tidak diberitahukan pinjaman telah cair kepada pemimjam sertifikat miliknya, pihak BMT sendiri juga tidak pernah melakukan survei baik tempat usaha maupun objek jaminan. “Dulu saya cuma diminta tanda tangan oleh BMT Marhamah Kaliwiro, terus disuruh pulang. Pencairan tidak dikasih tau,” tambahnya

Lebih jauh lansia yang diketahui buta huruf ini menceritakan awal mula sertifikat tanah miliknya sampai dipinjam orang dan dijadikan jaminan di BMT.

Adapun peminjam diketahui Rudiyas Idiyanto (45), beralamat di Jatiwera RT 2 RW 6 Kaliwiro, Wonosobo. Rudi merupakan salah satu teman anaknya yang bernama Irin (44). “Anak saya disuruh Rudi untuk meminjam sertifikat sebagai jaminan pinjaman uang, katanya untuk modal usaha Rudi dan anak saya. Tapi setelah pinjaman cair, uangnya dipakai semuanya oleh Rudi,” kata Darmadi.

Diduga Terjadi Permufakatan Jahat di BMT Marhamah Kaliwiro, Begini Modusnya
Darmadi (70), pemilik sertifikat tanah yang dipinjam orang untuk hutang di BMT Marhamah Cabang Kaliwiro Wonosobo

Irina (44), salah satu anak Darmadi membenarkan perihal tersebut. “Betul mas, sertifikat tanah milik Bapak dipinjam Rudiyas untuk meminjam uang di BMT Marhamah Cabang Kaliwiro. Namun uangnya dipakai semuanya oleh Rudiyas untuk menutup hutangnya bukan untuk modal usaha,” bebernya.

Masih kata Irina, pada awal April 2023 kemarin ia bersama saudaranya mendatangi BMT Marhamah Cabang Kaliwiro guna klarifikasi terkait hal itu. Namun, kata dia,tidak ada solusi yang didapat, justru sikap dari Kepala BMT Marhamah Kaliwiro terkesan arogan dengan mengatakan “perorangan tidak bakal menang melawan lembaga,” kata Irin menirukan perkataan Agus Setiyono, Kepala Cabang BMT Marhamah Kaliwiro.

Sementara itu Kepala BMT Marhamah Cabang Kaliwiro Agus Setiyono tidak berada di kantornya, Rabu (5/4). Dia meminta jadwal ulang pertemuan dengan awak media sedang di luar kota. Padahal, kata karyawan BMT, yang bersangkutan sedang melakukan survei.

Saat dikonfirmasi via telepon seluler milik karyawan BMT, Agus sempat mengatakan hal aneh terkait apakah ada surat tugas wawancara dari debitur (Rudiyas), namun ketika awak media balik bertanya kenapa tidak ada survei tempat usaha maupun lokasi obyek jaminan, dirinya tidak bisa menjawabnya. (KJ)