Portal Sultra

Data Stunting Mubar Belum Valid

1703
×

Data Stunting Mubar Belum Valid

Sebarkan artikel ini
Data Stunting Mubar Belum Valid
Pj. Bupati Mubar, Bahri

MUBAR – Validitas data stunting Kabupaten Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara masih diragukan. Hal ini disebabkan data yang tersedia saat ini terdiri dua versi yakni berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) dan versi Puskesmas.

Menurut Pj. Bupati Mubar, Bahri data stunting yang dirilis SSGI sebanyak 31, 7 persen. Hasil itu diperoleh setelah melakukan survei terhadap 10 kepala keluarga di 52 desa. Sedangkan data yang dimiliki oleh Puskesmas jumlah penderita stunting hanya 150 orang.

“Stunting ini ada dua data. 31,7 persen berangkat dari data potensi yang disampaikan SSGI yang sudah ditetapkan Kemenkes RI. Data itu sampelnya diambil 10 kepala keluarga di 52 desa. Tapi berdasarkan laporan Puskesmas jumlah stunting saat ini tinggal tersisa 150 orang. Itu diposisi Desember 2022. Jadi ada dua data yang berbeda,” ungkap Bahri saat dikonfirmasi, Senin (06/02/2023).

Bahri mengatakan berkaitan dengan itu, pihaknya telah memerintahkan kepada kepala desa dan kepala Puskesmas agar melakukan validasi terhadap dua data tersebut.

Kata dia, selain memvalidasi, pemerintah desa dan Puskesmas juga melakukan intervensi baik itu intervensi spesifik maupun sensitif.

“Pemerintah desa melakukan intervensi sensitif. Misalnya bagaimana kondisi rumahnya, bagaimana sanitasinya, ada MCK atau tidak. Kemudian, Puskesmas melakukan intervensi spesifik baik itu terhadap angka 150 orang maupun hasil SSGI. Intervensi Puskesmas untuk menemukan dua kategori yaitu status dan kasus,” bebernya.

Bahri menjelaskan untuk menuntaskan masalah ini akan digelar rapat lanjutan yang melibatkan kepala desa, kepala Puskesmas dan pihak terkait lainnya. Tambah Bahri, rapat lanjutan ini dimaksudkan untuk memastikan berapa jumlah uang dibutuhkan.

“Kita ingin tahu berapa intervensi uangnya. Disana nanti saya akan geser APBD untuk penanganan stunting,” terangnya. (La Ode Biku)