Portal Jatim

Dari 5 Kandidat, Elektabilitas Kang Giri Tertinggi di Pilkada 2024 Ponorogo

Andre Prisna P
715
×

Dari 5 Kandidat, Elektabilitas Kang Giri Tertinggi di Pilkada 2024 Ponorogo

Sebarkan artikel ini
Direktur ARCI, Baihaki Shirot saat diwawancarai wartawan

PONOROGO – Elektabilitas Sugiri Sancoko tertinggi diantara sejumlah nama bakal calon (bacalon) di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 Ponorogo.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), elektabilitas bacalon pertahana Kang Giri (sapaan akrabnya Sugiri Sancoko) tertinggi dibandingkan sejumlah nama kandidat (calon) lain.

“Elektabilitas Sugiri Sancoko di angka 56,2%, Suprianto 13,6%, Ibnu Multazam 11,9%, Ipong Muchlissoni 10,1%, Lisdyarita 4,7%, Sedangkan tidak tahu (TT) 3,5%,” ujar Direktur ARCI, Baihaki Shirot kepada wartawan, Minggu (5/5/2024) sore.

Jika head to head, elektabilitas Sugiri Sancoko menjadi 59,3%, sedangkan Ipong Muchlissoni 19,4%, kemudian TT 21,2%.

“Kenapa angka Sugiri Sancoko naik lagi, karena simulasi (prosentase) angka dari Lisdyarita lari ke Sugiri Sancoko,” bebernya.

Pihaknya melakukan survei Pilkada 2024 di Ponorogo ini terhitung tanggal 23 hingga 29 april 2024. Tentunya, berdasarkan validasi dan sampling data pemilih.

“Survey ini melingkupi indikator dari hasil kebijakan, popularitas hingga elektabilitas bacalon Bupati Ponorogo,” imbuhnya.

Baihaki Shirot menambahkan, pihaknya melakukan survei ada di 1.200 koresponden seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo, sesuai populasi (menggunakan) DPT di Pileg dan Pilpres 2024 kemarin.

“Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi elektabilitas Sugiri Sancoko tetap tinggi. Kita telah menyodorkan sejumlah pertanyaan kepada koresponden,” ungkapnya.

Diantaranya realisasi janji politik pasangan Sugiri Sancoko-Lisdyarita selama menjabat Bupati dan Wabup Ponorogo, sebanyak 44,2% dari koresponden menjawab cukup baik. Sedangkan 31,5% menjawab sesuai dan 14,7% menjawab tidak sesuai.

“Tingkat kepuasan kesehatan, sebanyak 45,3% koresponden menyatakan cukup baik, lalu 11,7 menjawab baik, sedangkan 19,8% buruk,” tuturnya.

Sementara itu, tingkat kepuasan pelayanan pendidikan, sebanyak 37,2% menyatakan cukup baik, kemudian 35,1% baik, kemudian 15,9% buruk.

“Untuk kepuasan di bidang infrakstuktur, sebanyak 41,7% cukup baik, lalu 25,9% baik, kemudian 9,1% sangat baik, sedangkan 12,5% buruk,” urainya.

Adapun preferensi pemilih, sebanyak 34,7% menjawab karena faktor kualitas atau kompetensi kandidat, kemudian 18,1% faktor kinerja dan pengalaman kandidat, lalu 14,3% karena karakter personal kandidat, hingga faktor visi misi dan program 10,6%.

“Persepsi publik terhadap Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, sebanyak 48,2% karena figur personil calon, lalu 19,7% karena partai politik pengusung, serta 12% karena dia (calon) tokoh panutan,” jlentrehnya.

Saat ini pihaknya telah mensurvei 38 kota di Indonesia pada Pilkada 2024 yang akan berlangsung pada tanggal 27 November mendatang. (*)