Daop 6 Yogyakarta Amankan 4 Pelaku Pelemparan Kereta Api, Pelakunya Masih Kanak-kanak

Daop 6 Yogyakarta Amankan 4 Pelaku Pelemparan Kereta Api, Pelakunya Masih Kanak-kanak
Para pelaku pelemparan saat cap jempol pernyataan diri tidak mengulangi perbuatannya lagi (Ist)

YOGYAKARTA – Empat pelaku pelemparan kereta api  (KA) di petak jalan antara Stasiun Masaran dan Stasiun Sragen berhasil diamankan jajaran pengamanan KAI Daop 6 Yogyakarta.

Manajer Humas KAI Daop 6, Supriyanto menjelaskan para pelaku tersebut usianya masih belia. Mereka berhasil diamankan petugas pengamanan Stasiun Sragen, setelah melempari KA Mutiara Selatan pada Minggu (24/4/2022) pagi pukul 05.24 WIB.

“Usia para pelaku pelemparan mulai 8 tahun hingga 12 tahun,” sebut Supriyanto.

Karena tindakan tersebut dinilai  sangat membahayakan dan untuk memberikan efek jera, maka Daop 6 segera berkoordinasi dengan Polsek Masaran, Sragen. Untuk kemudian dibina dan membuat surat pernyataan yang disaksikan orangtua pelaku, polsek, dan petugas stasiun.

Menurutnya hukuman pidana atas aksi pelemparan terhadap kereta api telah diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Bab VII. Yaitu mengenai Kejahatan yang Membahayakan Keamanan Umum bagi Orang atau Barang.  Pasal 194 ayat 1 tertulis bahwa barang siapa dengan sengaja menimbulkan bahaya bagi lalu lintas umum, yang digerakkan oleh tenaga uap atau kekuatan mesin lain di jalan kereta api atau trem, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

“Jadi kami tegaskan bahwa perbuatan tersebut termasuk kategori sangat membahayakan dan melanggar hukum,” jelas Supriyanto.

Masih di pasal yang sama, lanjutnya,  pada ayat 2 dinyatakan bahwa jika perbuatan itu mengakibatkan orang mati. Yang bersalah diancam  pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

Lanjutnya lagi,  larangan pelemparan terhadap kereta api juga telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Dimana pada Pasal 180 menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya Prasarana dan Sarana Perkeretaapian.

Selain itu, jalur KA bukanlah tempat bermain. Karena keasyikan bermain, seringkali berujung maut.

“Kami mengimbau agar tidak ada lagi pelemparan kereta. Setiap upaya perusakan sarana kereta api akan ditindak tegas melalui jalur hukum,” pungkas Supriyanto mengingatkan. (bams)

error: