Dalam Sepekan, Ribuan Ikan di Sungai Serayu Mati, Ini Penyebabnya

Dalam Sepekan, Ribuan Ikan di Sungai Serayu Mati, Ini Penyebabnya
Kondisi aliran Sungai Serayu, Kamis (7/4) siang (Tris/Portal Indonesia)

BANYUMAS – Ribuan ikan ditemukan “mabuk” dan mati di Sungai Serayu. Peristiwa tersebut mulai terjadi pada Jumat pekan lalu dan kembali terjadi pada Rabu dan Kamis (6-7/4/2022)

Pantauan awak media pada Kamis (7/4) pagi, nampak aliran Sungai Serayu terlihat keruh. Bahkan di beberapa wilayah bantaran Sungai ini terlihat banyak warga yang membawa ember dan jaring kecil untuk mengambil ikan yang mabuk

Kamis (7/4/2022) pagi sekitar pukul 07.40 WIB, beberapa warga di Patikraja dan Kecamatan Kebasen mulai menyerbu Sungai Serayu. Mereka berkumpul di tepian serayu masuk Desa Wlahar Kulon, Desa Sokawera, Pegalongan dan Patikraja Kecamatan Patikraja. Di Desa Mandirancan dan Tumiyang, Kecamatan Kebasen, beberapa warga juga terlihat menyerbu Sungai Serayu.

Namun, tak terlihat fenomena seperti Jumat pekan lalu, yakni banyaknya ikan mabuk di Serayu. Artinya, di pagi ini tak terlihat banyak ikan mabuk di Serayu. Hanya saja, Sungai Serayu memang terlihat keruh seperti Jumat pekan lalu.

Warga pun memberi penjelasan bahwa situasinya tak seperti Jumat pekan lalu. Setidaknya di pagi ini tak ada ikan mabuk yang berduyun-duyun menepi seperti Jumat pekan lalu.

“Tadi saya dapat ikan yang mabuk, tapi sedikit dan itu pun membutuhkan waktu yang cukup lama,” kata Taryo (47), warga Sokawera

Dalam Sepekan, Ribuan Ikan di Sungai Serayu Mati, Ini Penyebabnya
Salah seorang warga mendapatkan ikan yang mabuk di tepian Sungai Serayu

Sebenarnya pada Rabu (6/4/2022) sore, warga tepian Serayu mendapat kabar bahwa Waduk Mrica dibuka. Sebagian warga kemudian datang ke Sungai Serayu. Tapi, tak ada tanda-tanda ikan mabuk bakal datang.

Diketahui Jumat pekan lalu ribuan ikan terdampar di Sungai Serayu. Banyak warga mendapatkan ikan yang seperti mabuk tersebut. Pihak Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas menyebut bahwa banyaknya ikan “mabuk” karena kondisi air Sungai Serayu yang memiliki kandungan amoniak tinggi kala itu. Kandungan amoniak muncul karena dibukanya Waduk Mrica di Banjarnegara.

Pihak Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Banyumas menyebut bahwa adanya ikan “mabuk” karena kondisi air Sungai Serayu yang memiliki kandungan amoniak tinggi kala itu. Kandungan amoniak muncul karena dibukanya Waduk Mrica di Banjarnegara.

“Ini memang kejadian lagi, namun jumlah ikan yang mati tidak sebanyak minggu lalu. Kami dari dinas juga sudah turun hari Sabtu kemarin, termasuk melakukan pemeriksaan air di dua titik di Desa Papringan dan Desa Kanding,” beber Bambang Purwadi, Kabid Pengembangan Perikanan Dinkanak Kabupaten Banyumas

Dari hasil penelitian, sebutnya, kandungan amonia dan nitrit di Sungai Serayu sangat tinggi atau melebihi ambang batas normal

“Uji amoniak, dan memang kandungan amonia dan nitrit sangat tinggi memang melebihi ambang batas normal. Jadi kualitas air memang sangat tidak baik, karena itu dapat menyebabkan ikan keracunan dan mabuk, kemudian kadar amoniak itu sendiri bisa dipicu dari kualitas penurunan kualitas air,” tutupnya. (trs)

error: