Peristiwa Daerah

Cermati DPS Pemilu, Bawaslu Sleman Optimalkan Posko Kawal Hak Pilih

10
×

Cermati DPS Pemilu, Bawaslu Sleman Optimalkan Posko Kawal Hak Pilih

Sebarkan artikel ini
Cermati DPS Pemilu, Bawaslu Sleman Optimalkan Posko Kawal Hak Pilih
Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M.Abdul Karim Mustofa (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman telah menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pemilu 2024 dan akan terus mengumumkan DPS tersebut kepada masyarakat untuk mendapatkan tanggapan hingga 25 April mendatang. Untuk itu Bawaslu Sleman juga terus melakukan pencermatan, dengan maksud apabila ada warga yang belum terdaftar dapat segera diusulkan untuk didaftar dan yang datanya tidak valid juga dicoret dari daftar.

“Untuk menghoptimalkan pencermatan DPS tersebut, Bawaslu Kabupaten Sleman terus melakukan pencermatan dengan mendirikan dan mengoptimalkan fungsi posko layanan Kawal Hak Pilih,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sleman, M. Abdul Karim Mustofa, Jumat (14/4/2023).

“Melalui posko yang didirikan di kantor sekretariat bawaslu Sleman ini, diharapkan masyarakat yang belum terdaftar dalam DPS dapat segera terlayani dengan baik dan dapat ditindaklanjuti masuk dalam daftar pemilih,” kata Karim usai memimpin acara Publikasi Hasil Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih dan Penyusunan DPS Pemilu 2024 Kabupaten Sleman di Innside by Melia Hotel Yogyakarta.

Menurut Karim, sejak awal Bawaslu Sleman dan jajarannya terus mengawal proses pendataan pemilih Pemilu 2024 di lapangan. Secara kontinyu, jajaran pengawas pemilu di tingkat bawah, yaitu Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Desa, aktif melakukan Patroli Kawal Hak Pilih dengan mendatangi rumah-rumah atau tempat-tempat pertemuan masyarakat.

Disisi lain, jelasnya, DPS Pemilu 2024 Kabupaten Sleman yang yang telah ditetapkan oleh KPU Sleman, belum sepenuhnya bersih dari data pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS). Pasalnya, terdapat sejumlah nama pemilih yang telah meninggal dunia belum dihapus dari daftar pemilih karena KPU belum mendapatkan data otentik berupa akta kematian atas nama pemilih yang bersangkutan.

Cermati DPS Pemilu, Bawaslu Sleman Optimalkan Posko Kawal Hak Pilih
Posko kawal Hak Pilih

“dari hasil pencermatan sementara, Bawaslu dan Panwaslu Kecamatan se-Sleman telah menemukan data sekitar 131 nama pemilih yang telah meninggal dunia, dan tidak seluruhnya telah dihapus dari daftar pemilih karena ada persoalan belum didapatinya akta kematian tersebut,” kata Karim.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar mengatakan, hal lain yang perlu mendapatkan perhatian, adalah banyaknya jumlah pemilih pemula yang belum memiliki KTP-elektronik (KTP-el) serta pemilih di lokasi khusus. Karenanya Bawaslu Sleman berharap KPU Sleman dapat segera berkoordinasi dengan Dinas Dukcapil Sleman untuk memastikan fasilitasi penerbitan KTP-el bagi para pemilih pemula, sehingga pada hari H pemungutan suara, seluruhnya telah memiliki KTP-el.

Arjuna Al Ichsan Siregar menambahkan, dalam rapat pleno penetapan DPS di Kabupaten Sleman oleh KPU Kabupaten Sleman pada 5 April 2023 lalu, ditetapkan bahwa jumlah pemilih Pemilu 2024 di Kabupaten Sleman sebanyak 850.838 pemilih. Sedang tempat pemilihanya tersebar di 3.446 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Untuk menciptakan situasi kondusif dalam Pemilu 2024 mendatang, keakuratan data terkait penyelenggaraan Pemilu sangat diperlukan. Oleh karena itu, Bawaslu Sleman akan terus melakukan pencermatan, denga harapan semua data Pemilu menjadi akurat,” tegas Kharim. (Brd)