Cara Aman Belanja Online: Jangan Percaya Barang Terlalu Murah

Cara Aman Belanja Online: Jangan Percaya Barang Terlalu Murah

JAKARTA – Mampu menggunakan media digital berarti mampu memahami dan mampu mengoperasikan perangkat keras dan perangkat lunak. Proses produksi dan distribusi konten akan lebih nyaman dan aman ketika Anda mahir menggunakan aplikasi percakapan dan media sosial.

Demikian disampaikan Anwar Sadat, dosen Universitas Dipa Makassar, dalam diskusi virtual yang digelar dalam program Indonesia Makin Cakap Digital di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (28/6) lalu.

Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital, yaitu Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta orang ditargetkan menerima literasi digital pada 2024.

Acara yang dipandu oleh Gesmi sebagai moderator ini mengambil tema “Lindungi Diri, Pahami Pentingnya Keamanan”. Pembicara pada acara tersebut adalah CTO Bahaso.com dan peneliti Green Data Center Anwar Sadat; Wakil Sekretaris ISKI Sulawesi Selatan Janisa Pascawati; dan Indra Samsie sebagai aktivis pendidikan dan dosen di Universitas Dipa Makassar.

“Jadilah digital dalam transaksi online menggunakan dompet digital atau transaksi di lokasi pasar misalnya. Tips belanja online yang aman adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya, mencari rekomendasi, jangan mudah percaya barang murah, simpan bukti transaksi , dan selalu minta nomor. resi pengiriman,” jelas Anwar dalam rilis Kominfo yang diterima detikINET, Minggu (3/7/2022).

Lebih lanjut Janisa Pascawati menambahkan, kompetensi yang harus dimiliki terkait keamanan digital antara lain mengamankan perangkat digital, mengamankan identitas digital, mewaspadai penipuan digital, memahami rekam jejak digital, dan memahami keamanan digital untuk anak.

Ada beberapa hal yang mengancam keamanan digital dan perlu diwaspadai, seperti penipuan/penipuan (hacking, spam, phishing, modus permintaan kredit, peniruan identitas, lowongan pekerjaan, dan pinjaman online), serta malware (virus, worm , trojan, ransomware, spyware).

“Tips menghindari kejahatan dan penipuan digital adalah tidak menggunakan software bajakan, mengenkripsi data, menggunakan antivirus, hati-hati saat berbelanja online, hati-hati jika tidak ada yang menghubungi Anda,” jelas Janisa.

Sementara itu, Indra Samsie menjelaskan tentang etika digital. Menurutnya, etika adalah norma yang melekat pada individu sejak lahir. Keluarga merupakan pendidik utama dalam menanamkan etika. Banyak regulasi yang mengatur transaksi masyarakat di dunia digital (UU ITE, PP PSTE, dan PM Kominfo No 5/2020). “Etika bertransaksi online antara lain mempelajari platform belanja online sebagai pembeli dan penjual, memastikan perangkat digital aman, tidak menggunakan Wifi gratis,” kata Indra.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif.

error: