Hukum & KriminalPortal Jatim

Cabuli Siswi SMP, Buruh Serabutan dibekuk Polisi

13
×

Cabuli Siswi SMP, Buruh Serabutan dibekuk Polisi

Sebarkan artikel ini
Cabuli Siswi SMP, Buruh Serabutan dibekuk Polisi
Kapolresta saat Press release pencabulan terhadap anak di bawah umur di Mapolresta Sidoarjo

SIDOARJO — Satreskrim Polresta Sidoarjo tangkap pelaku pria berinisial R (21) buruh serabutan asal kecamatan Waru di duga melakukan pencabulan pada gadis dibawah umur yang mana korban pencabulan melati (15) masih duduk di bangku SMP yang asalnya juga dari kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.

Kasus tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur ini ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polresta Sidoarjo, selain pelaku ditangkap, juga barang bukti yang diamankan berupa pakaian korban.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro dalam press release di Mapolresta Sidoarjo Kamis ( 01/06/2022) menceritakan ” awal mula kejadian penangkapan tersangka berdasarkan pengaduan dari orang tua dan pencarian terhadap pelaku serta Selanjutnya Satgas
Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polresta Sidoarjo menindaklanjuti laporan tersebut dengan melakukan kegiatan penyelidikan dan berhasil menangkap pelaku pada Rabu 23 mei 2023″ jelasnya.

Modus yang dilakukan pelaku melakukan persetubuhan dan perbuatan cabul terhadap korban dengan cara mengajak korban minum minuman keras hingga mabuk dan selanjutnya
disetubuhi.

“Sebelum melakukan aksinya pelaku menjemput korban untuk kerja kelompok bersama dengan temanya selanjutnya korban di ajak minum
minuman keras hingga mabuk,
selanjutnya pelaku berdalih mengajak korban untuk diantarkan pulang, namun dalam perjalanan sesampainya di semak-semak di sekitar tempat pembuangan sampah korban disetubuhi dalam kondisi mabuk” ungkapnya.

Atas perbuatanya perbuatanya pelaku dijerat pasal Pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak Setiap orang dilarang melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan persetubuhan dengannya, dipidana dengan dipidana dengan pidana penjara
paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) atau Pasal 82 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU No. 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak  dan atau pasal 80 ayat (3) Jo. Pasal 76C UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang berbunyi barang siapa Melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan mati.