Buron Sejak 2017,Tersangka Pencabulan Di Kendal Dibekuk

Buron Sejak 2017,Tersangka Pencabulan Di Kendal Dibekuk
Tersangka pencabulan terhadap anak di bawah umur yang buron sejak 2017 akhirnya berhasil diringkus jajaran Polres Kendal. (Ist)

KENDAL|Portal-Indonesia.com – Sempat buron selama beberapa tahun, RD, warga Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal yang sempat kabur setelah melakukan pencabulan anak di bawah umur, kini berhasil dibekuk Sat Reskrim Polres Kendal.

Polisi berhasil meringkus tersangka saat pulang ke rumahnya, setelah merantau ke Malaysia dan Batam selama beberapa tahun.

Kasus ini sendiri sebenarnya terjadi tahun 2017 lalu. Namun karena tersangka melarikan diri ke luar negeri, kasus baru bisa dikembangkan setelah yang bersangkutan tertangkap.

Waka Polres Kendal, Kompol Donny Eko Listianto menuturkan, kasus bermula dari cathingan tersangka lewat BBM kepada korban pada Minggu tanggal 19 Februari 2017 silam, dan mengajak korban untuk ketemuan.

“Korban yang kala itu masih berumur 15 tahun dijemput tersangka di sebuah minimarket di Patebon untuk makan bakso,” terangnya dalam konferensi pers di halaman Mapolres Kendal, Jum’at (29/1/2021).

Selanjutnya, terang Wakapolres, tersangka mengajak korban ke Hotel yang berada di Desa Kebonharjo Patebon.

“Di kamar hotel korban dirayu oleh tersangka, hingga akhirnya kemudian terjadilah persetubuhan,” ungkapnya.

Dikatakan, usai melakukan persetubuhan di kamar hotel, tersangka mengatakan akan bertanggung jawab atas apa yang perbuatnya kepada korban, yang saat itu merasa ketakutan jika hamil.

Setelah mencabuli korban, tersangka justru sempat kabur melarikan diri ke Malaysia selama setahun dan ke Batam selama 1,5 tahun.

Akibat perbuatannya tersebut, kepada tersangka dijerat Pasal 81 ayat 1 dan 2, pasal 82 ayat 1 undang-undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang peraturan pengganti undang-undang RI nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 300.000.000. (Pedro)

Tinggalkan Balasan

error: