Peristiwa Daerah

Bupati Sleman : Pancasila Tidak Cukup Dihafalkan, Tapi Harus Diamalkan

11
×

Bupati Sleman : Pancasila Tidak Cukup Dihafalkan, Tapi Harus Diamalkan

Sebarkan artikel ini
Bupati Sleman : Pancasila Tidak Cukup Dihafalkan, Tapi Harus Diamalkan
Bupati Sleman serahkan SK pengukuhan kader Pancasila Kalurahan Trihanggo (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Pemkab Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menggelorakan amalan pancasila ke berbagai lapisan masyarakat. Langkah yang dilakukan, Pemkab Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sleman membentuk dan mengukuhkan kader Pancasila ke berbagai kalurahan yang ada di wilayah kabupaten Sleman.

Seperti pada, Senin (8/5/2023) Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga mengukuhkan kader Pancasila Kalurahan Trihanggo, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman di Kalurahan Trihanggo.

Pembentukan dan pengukuhan Kader Pancasila Kalurahan Trihanggo hasil bentukan Kesbangpol Sleman, akan dilakukan di berbagai kalurahan lain, dengan harapan semua kalurahan di Sleman bisa memiliki kelompok kader Pancasila yang nantinya akan ditugaskan untuk menggelorakan ajaran Pancasila ke berbagai kelompok masyarakat di wilayahnya masing-masing.

Pada kesempatan tersebut, Kustini mengucapkan selamat kepada kader Pancasila Kalurahan Trihanggo yang telah dikukuhkan. Ia berharap para kader Pancasila dapat menjadi contoh di lingkungannya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Tugas ini memang tidak mudah. Tetapi mulia. Pancasila tidak cukup dihafalkan sebagai slogan, tapi harus diamalkan. Sehingga para kader Pancasila dimanapun berada harus bisa mentransformasikan nilai-nilai Pancasila di masyarakat,” ucapnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Badan Kesbangpol Sleman, Indra Darmawan melaporkan bahwa kader Pancasila Kalurahan Trihanggo yang dikukuhkan ini sebanyak 55 orang. Pengukuhan ini merupakan hasil dari workshop Pancasila yang lebih dulu diadakan.

Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan dalam rangka revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pembentukan Kalurahan Berkarakter Pancasila sudah dimulai sejak tahun 2018. Saat ini sudah terbentuk 22 Kalurahan. Untuk tahun 2023 ini ada 6 kalurahan yang akan dijadikan rintisan Kalurahan Berkarakter Pancasila, yakni Kalurahan Trihanggo, Kalurahan Margomulyo, Kalurahan Caturtunggal, Kalurahan Minomartani, Kalurahan Sumbersari, dan Kalurahan Girikerto,” jelasnya.

Lebih lanjut Indra mengatakan bahwa, dalam workshop Pancasila selalu menghadirkan sejumlah narasumber yang mengajarkan atau memeberi pemahaman tentang nilai-nilai ajaran Pancasila serta perlunya masyarakat Indonesia mengamalkan ajaran Pancasila.

Narasumber yang dihadirkan itu antara lain Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Pusat Studi Pancasila UGM dan Kepala Bidang Bina Ideoligi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa serta dan Praktisi. (Brd)