Portal DIY

Bupati Sleman Ajak Pelaku Usaha Jangan ‘Nuthuk’ dan Gunakan ‘Aji Mumpung’

1531
×

Bupati Sleman Ajak Pelaku Usaha Jangan ‘Nuthuk’ dan Gunakan ‘Aji Mumpung’

Sebarkan artikel ini
Bupati Sleman Ajak Pelaku Usaha Jangan 'Nuthuk' dan Gunakan 'Aji Mumpung'
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo (Portal Indonesia/Brd)

SLEMAN – Libur Natal dan tahun Baru masih berlangsung, dan berbagai obyek wisata di Sleman dibanjiri wisatawan.

Mengingat kehadiran wisatawan itu membawa berkah bagi warga, maka Bupati Sleman mengajak warga Sleman menyambut kedatangan wistawan tersebut dengan ‘full’ senyum.

Menurut Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo, ‘full’ senyum adalah sikap untuk selalu bersenyum dan ramah dalam menyambut kedatangan wisatawan. Dengan sikap seperti itu, wistawan akan merasa senang dan nyaman untuk menghabiskan waktu liburan di Sleman.

Bupati Sleman meyakini dengan tingginya kunjungan wisatawan, peluang tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian. Seperti tempat penginapan, kuliner, pusat oleh- dan lain sebagainya.

“Jika tamu merasa senang dan nyaman, implikasinya tentu akan sangat positif bagi masyarakat sendiri, yang salah satunya adalah peningkatan ekonomi,” terangnya.

Ditambahkan, pihaknya juga meminta para pelaku usaha dan jasa serta petugas parkir untuk tidak mematok harga terlalu tinggi yang oleh warga Sleman dikenal dengan istilah ‘Nuthuk’ wisatawan.

Bupati Sleman memastikan akan memberlakukan sanksi jika ditemukan ada aduan masyarakat berkaitan hal itu. “Jangan sampai ‘nuthuk’ atau menaikkan harga terlalu tinggi hanya untuk memanfaatkan momen ini. Jika ketahuan pasti akan kami beri sanksi,” tegasnya.

Bupati Sleman Ajak Pelaku Usaha Jangan 'Nuthuk' dan Gunakan 'Aji Mumpung'
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid (Portal Indonesia/Subardi)

Hal senada dikatakan oleh Kepala Dinas Periwisata Kabupaten Sleman Ishadi Zayid yang juga meminta para pelaku wisata supaya tidak memanfaatkan ‘Aji Mumpung’ pada libur Natal dan tahun baru ini. Sebab menaikkan harga yang tidak wajar atau ‘Nuthuk’ akan meperburuk citra daerah sebagai kota wisata.

“Kami minta para pelaku usaha untuk tidak menerapkan ‘Aji Mumpung’. Jika menjual harga barang atau makanan maupun melakukan layanan jasa, ya harus sesuai yang tertera di daftar menu ataupun tarif,” kata Zayid.

Menurut Zayid, jika pelaku wisata menggunakan ‘Aji Mumpung’ , tentu akan merugikan para pelaku wisata sendiri. Hal itu dikarenakan para wisatawan akan merasa ‘kapok’ atau jera untuk berkunjung lagi ke tempat tersebut.

“Apalagi sekarang ini informasi cepat beredar di media sosial. Kalu sudah ada citra yang jelek, tentu akan berdampak terhadap pelaku wisata maupun Sleman sebagai kota wisata,” tegasnya.

Ditambahkan, pada liburan panjang ini sejumlah obyek wisata di Sleman banyak dikunjungi wisatawan. Diantaranya obyek wisata Kaliurang, Kaliadem, Prambaban, Candi Boko, Tebing Breksi dan lain-lain.

Diperkirakan kepadatan tempat wisata ini akan berlangsung hingga beberapa hari lagi, mengingat kini masih banyak warga luar daerah yang masih berada di Sleman. (Brd)