Portal Jatim

Buntut Pengungkapan Clandestine Lab Di Kota Malang, Kapolda Ajak Masyarakat Jogo Jatim

Redaksi
111
×

Buntut Pengungkapan Clandestine Lab Di Kota Malang, Kapolda Ajak Masyarakat Jogo Jatim

Sebarkan artikel ini
Kapolda Jatim Irjen. Pol. Imam Sugianto saat dampingi Kabareskrim Mabes Polri pada Pers Rilis pengungkapan Clandestine Lab Di Kota Malang.

KOTA MALANG – Menyikapi terungkapnya Clandestine Lab Terbesar Di Indonesia yang berada di Kota Malang, Kapolda Jatim Irjen. Pol. Imam Sugianto memberikan himbauan dan pesan khusus kepada seluruh masyarakat terkait bahaya Narkoba yang masih saja mengancam. Kamis (04/07/2024)

Dalam keterangannya sesaat setelah gelar Pers Rilis Kapolda Jatim mengungkapkan rasa prihatinnya terkait pengungkapan Clandestine Lab tersebut.

” Keprihatinan saya, laboratorium Narkoba ini berada di wilayah padat penduduk dan ini pengungkapan pabrik terbesar di Indonesia “.

Irjen. Imam Sugianto juga menyampaikan bahwa pengungkapan ini adalah juga sebagai bukti bahwa peredaran Narkoba di Indonesia khususnya di Jawa Timur masih masif.

” Belajar dari pengungkapan ini, kita harus terus selalu mewaspadai pendatang. Untuk perangkat pemerintahan terbawah yaitu RT/RW hingga kelurahan mulai saat ini harus ketat berlaku peraturan tamu 1X 24 jam diwajibkan melaporkan diri dengan dilengkapi foto copy KTP “.

Imam Sugianto juga mengajak masyarakat Jatim untuk bersama-sama menjaga dan bahu-membahu dalam mempersempit ruang gerak para pengedar Narkoba.

” Mari Jogo Jatim bersama-sama, saling berkolaborasi dan terus sosialisasikan tentang bahaya ancaman peredaran Narkoba dilingkungan kita masing-masing “. Tegasnya.

Untuk sekedar diketahui, bahwa pada Selasa (02/07/2024) Bareskrim Mabes Polri berhasil mengungkap Clandestine Lab Terbesar di Indonesia yang berada di wilayah Kota Malang. Dalam pengungkapan tersebut turut ditangkap 8 orang tersangka serta bisa menyita puluhan ribu Narkoba jenis Extasi dan Pil XanaX serta puluhan kilo Ganja Sintetis.

Selain itu Bareskrim Polri juga mengamankan beberapa mesin pembuat Narkoba. Diduga pemilik pabrik Narkoba ini tidak berada di Indonesia dan para tersangka pun tidak bisa mengenali wajah pemilik, karena pada setiap Zoom Metting pemilik hanya melalui suara saja. (Junaedi)