BNPT Dan Al Azhar Cairo Berkolaborasi Penguatan Narasi Islam Moderat Di Indonesia

BNPT Dan Al Azhar Cairo Berkolaborasi Penguatan Narasi Islam Moderat Di Indonesia

JAKARTA – Wakil Sekretaris Komisi Kajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Robi Nurhadi mengapresiasi langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang melanjutkan kerjasama dengan Al-Azhar Mesir dalam memperkuat moderasi dalam pelaksanaan ajaran Islam di Indonesia.

Menurutnya, Al Azhar Mesir merupakan lembaga Islam yang memiliki pengaruh kuat terhadap jaringan Islam di Indonesia, baik di kalangan ulama, dosen, da’i, pimpinan pesantren dan pegiat Islam lainnya.

“Memperkuat narasi Islam moderat dengan Al Azhar Kairo adalah langkah yang tepat. Banyak kalangan Islam berpengaruh di Indonesia yang terhubung dengan Al Azhar. Itu bagus, kuatkan saja!” kata Robi kepada wartawan, Rabu (22/6/ 2022).

Ia mengakui bahwa Al Azhar Cairo merupakan pusat kajian Islam yang berpengaruh di dunia.

Robi menambahkan, Al Azhar Cairo juga memiliki pengalaman panjang dalam melakukan kontra-narasi terhadap penyalahgunaan narasi agama dalam terorisme yang menimbulkan stigma buruk terhadap Islam dan pemeluknya.

“Saya mengapresiasi langkah strategis Kepala BNPT Pak Boy Rafli Amar yang memperhatikan hal ini. Semoga efektif mencegah WNI menjadi pejuang teroris asing,” kata Sekretaris Lakpesdam Nahdlatul (NU) Ulama, Jakarta.

Robi optimistis kerjasama dengan Al Azhar Cairo oleh BNPT dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap implementasi Islam yang rahmatan lil alamin.

“Pak Boy selalu menekankan bahwa aksi terorisme tidak distigmatisasi oleh umat Islam atau ajaran Islam, ternyata pandangan ini sama dan didukung oleh delegasi Mesir Al Azhar, semoga pertemuan ini mendapatkan momentum,” tambahnya. .

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Hay’at Kibar Ulama Al-Azhar, Prof Hasan Shalah Al-Shagir menjelaskan bahwa lembaga pendidikan di bawah Al-Azhar melakukan kontra radikalisasi melalui kurikulum moderasi beragama sejak usia dini hingga perguruan tinggi.

Al-Azhar juga melatih dan membekali para khatib dengan moderasi keagamaan khusus untuk melakukan kontra-narasi yang keras guna mencegah pemikiran radikal terorisme di kalangan anak muda.

Dr. TGB Muhammad Zainul Majdi selaku Ketua Al-Azhar International Alumni Organization (OIAA) Cabang Indonesia yang turut hadir dalam pertemuan tersebut turut mendukung kerjasama antara BNPT dengan Al-Azhar.

Menurutnya, penyebaran narasi moderat yang dilakukan Al-Azhar bisa diadopsi oleh Indonesia.

Apalagi, mematahkan stigma buruk ini tidak mudah dilakukan sendiri.

Oleh karena itu, kerjasama antara pemerintah dan ulama diperlukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa aksi teror tidak ada kaitannya dengan agama.

“Agama tidak mengajarkan kekerasan dan terorisme, kerjasama antara ulama, pemikir muslim, pemerintah dan lembaga lainnya sangat dibutuhkan karena gerakan teror seperti ini semakin meningkat dan tidak mudah untuk dihadapi,” kata Dr Hasan Salah Al-Shagir .

error: