Bhabinkamtibmas Dilibatkan Pantau PMK

Bhabinkamtibmas Dilibatkan Pantau PMK
Salah seorang Bhabinkamtibmas Polres Kebumen melakukan pemantauan PMK (Dok)

KEBUMEN – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Jawa Timur dan Jawa Tengah, ditanggapi serius Polres Kebumen.

Melalui Bhabinkamtibmas yang tugas di tiap-tiap desa, Polres Kebumen melakukan pemantauan pergerakan virus PMK ke sejumlah kandang sapi.

Dijelaskan Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha, pemantauan ini sekaligus untuk mengetahui kesehatan ternak di wilayah Kebumen.

“Yang paling dekat dengan masyarakat adalah Bhabinkamtibmas. Melalui Bhabinkamtibmas yang ada di tiap-tiap desa, kita monitor secara langsung kesehatan ternak,” jelas Aiptu Catur, Jumat (13/5).

Pemantauan juga melibatkan dinas terkait yang mengetahui secara persis gejala penyakit PMK yang menjangkit.

Penyakit ini secara khas ditandai oleh adanya bagian pada mulut dan kuku yang melepuh pada hewan ternak berkuku belah (ruminansia), seperti sapi, kerbau, kambing dan babi.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, Kementerian Pertanian menegaskan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Ir. RR Pudji Rahayu mengatakan, wilayah Kebumen pada hari Kamis (12/5) masih aman.

“Alhamdulillah, untuk ternak-ternak di Kebumen masih aman. Tapi kita juga jangan terlena dan tetep waspada. Petugas kesehatan hewan sudah bergerak melakukan pengecekan ke peternak dan pasar-pasar hewan,” jelas Pudji saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (12/5/2022).

Selain melakukan monitoring, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan para pemilik hewan ternak untuk menjaga kebersihan kandang sebagai bentuk ikhtiar kesehatan ternak.

error: