Portal Jatim

Bermain HET, Kios Ditegur Petugas Bus Patas, Berikut Penjelasan Menejemen Pupuk Probolinggo 

10
×

Bermain HET, Kios Ditegur Petugas Bus Patas, Berikut Penjelasan Menejemen Pupuk Probolinggo 

Sebarkan artikel ini
Bermain HET, Kios Ditegur Petugas Bus Patas, Berikut Penjelasan Menejemen Pupuk Probolinggo 

PROBOLINGGO – Menejemen Pupuk Indonesia Wilayah Probolinggo, angkat bicara terkait Satgas Bus Patas Pemkab Probolinggo, yang memberikan teguran terhadap sejumlah kios.

Asisten Account Eksekutif Probolinggo, Herry Budiawan mengatakan, kalau kios yang mendapat teguran dari Satgas Bus Patas Pemkab Probolinggo tersebut, merupakan oknum petugas kios.

Sebab menurutnya tidak semua Kios di Kabupaten Probolinggo tersebut bermain dalam Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada para petani di Kabupaten Probolinggo.

“Saya mau menanggapi, kalau tidak semua kios di Kabupaten Probolinggo ini menjual pupuk di atas HET,”kata Asisten Account Eksekutif Probolinggo, Herry Budiawan, melalui sambungan teleponnya, Jum’at 7 April 2023.

Menurutnya, kalau kios yang mendapat teguran dari Satgas Bus Patas Pemkab Probolinggo ini, ialah kios nakal. Artinya, kios-kios yang mendapat teguran tersebut ialah bermain di atas HET yang bermain diatas harga yang sudah ditetapkan. “Karena sudah jelas, di setiap kios itu ada stiker HET. Dan itu biasanya dipampangkan Sehingga para petani pada saat membeli itu melihat HET pupuk subsidi ini,”tegas Budiawan.

Budiawan juga mengungkapkan, kalau setiap bulan sudah dilakukan pembinaan terhadap 200 kios lebih di Kabupaten Probolinggo.

“Kita sudah melakukan pembinaan kepada kios-kios itu. Tapi kenapa kios-kios ini masih bermain dengan harga yang tidak sesuai dengan HET,”paparnya.

Kedepan pihaknya tidak ingin mendapat laporan lagi terhadap kios-kios yang menjual pupuk subsidi di atas HET.

Kalau mendapat laporan lagi adanya kios nakal ini, sehingga Asisten Accoun Eksekutif Probolinggo akan berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo.

“Nantinya kalau mendapat laporan lagi, kita akan memberikan teguran juga dan akan berkoordinasi dengan DKUPP,”paparnya.

Artinya, Asisten Account Eksekutif Probolinggo akan memberikan sanksi kepada kios tersebut, Apakah tidak akan dikirim lagi pupuknya atau sebaliknya.

“Apa mau dilanjutkan seperti ini terus atau kita cabut supaya tidak mendapat pupuk lagi dari distributor,”paparnya.

Selain itu, Asisten Account Eksekutif Probolinggo, Herry Budiawan juga mengungkapkan, kalau terkait adanya pupuk subsidi paketan, pihaknya sudah mengklarifikasi langsung kepada yang bersangkutan yaitu di Desa Patalan Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo.

“Hasil dari klasifikasi itu, tidak menyebutkan paketan artinya juga pemilik kios menawarkan kepada petani yang membutuhkan dan itu tidak diwajibkan untuk membeli pupuk subsidi,”pungkasnya.

Perlu diketahui, pada saat sidak ke sejumlah Kios di Kabupaten Probolinggo, Satgas Bus Patas menemukan banyak kios yang menjual pupuk paketan.

Artinya, para pembeli utamanya para petani diwajibkan untuk membeli pupuk non subsidi juga oleh para kios di Kabupaten Probolinggo.

Hal itu ditemukan, pada saat Satgas Bus Patas Pemkab Probolinggo melakukan sidak ke 4 kios pupuk di Probolinggo wilayah barat.

Sidak yang juga melibatkan Kejaksaan dan TNI Polri ini, pertama kali kelokasi kios pupuk UD. Usaha Mandiri di Desa Patalan Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo.

Dilokasi tersebut, Satgas Bus Patas Pemkab Probolinggo menemukan adanya kejanggalan penjualan pupuk subsidi yang dijual paket bersama pupuk non subsidi.

Padahal kenyataannya, tidak ada ketentuan atau aturan terkait penjualan paket yang menggabungkan pupuk subsidi dan non subsidi dalam satu transaksi tersebut.

Selain itu, juga ditemukan penjualan Pupuk subsidi tanpa disertai KTP. Sehingga terindikasi dijual oleh kios tersebut kepada warga di luar wilayah itu.

Akibat ditemukannya itu, membuat pemilik kios pupuk langsung mendapat surat teguran pertama atas pelanggaran yang dilakukannya.

Selain itu di lokasi lain, yaitu tepatnya di Desa Tunggakcereme Kecamatan Wonomerto, Satgas Bus Patas tidak menemukan kejanggalan.

Namun pemilik kios pupuk tetap diberikan surat edaran penjualan Pupuk subsidi sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu HET.

Pada kedua posisi kios pupuk tersebut, penjualan Pupuk subsidi jenis urea dijual seharga Rp120 ribu untuk satu kwintalnya.

Harga tersebut masih berada di ambang batas sesuai dengan edaran yang mengacu pada harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp112.500 per kwintalnya.

Selanjutnya tim bergerak ke toko Sumber Rejeki di Desa Bantaran Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo.

Penjualan pupuk subsidi di toko tersebut cukup merogoh kocek para petani. Sebab, pupuk subsidi di lokasi itu dijual Rp150 ribu per kwintalnya.

Penjualan yang terlalu tinggi dari HET tersebut, menyebabkan Satgas Bus Patas mengganjar kios itu dengan surat teguran pertama.

Selanjutnya Sidak ke lokasi terakhir yaitu di toko Safa’at Desa Tigasan Wetan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Di kios tersebut, harga jual pupuk subsidi jenis urea diketahui dijual seharga Rp 150 ribu dalam satu kwintalnya.

Lagi-lagi, tim sidak langsung menjatuhkan pemilik kios pupuk subsidi dengan surat teguran pertama yang dikeluarkan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Probolinggo.

Sekda Pemkab Probolinggo, Ugas Irwanto mengatakan, kalau langkah tersebut dilakukan untuk merespon aduan dari masyarakat tentang kelangkaan pupuk subsidi dan tingginya harga penjualan di atas HET.

“Setelah kami keliling, disaksikan bahwa tidak ada kelangkaan pupuk subsidi. Disuruh kios yang kita datangi ada banyak stok pupuk subsidi,”kata Ugas Irwanto.

Ugas menambahkan, kalau untuk harga penjualan pupuk subsidi memang bervariasi. Mayoritas kios pupuk siapkan penjualan paket campuran dengan subsidi dan non subsidi kepada petani.

“Jadi kios menjual pupuk subsidi juga sekaligus menjual pupuk non subsidi. Ini kan aturannya tidak harus beli pupuk non subsidi. Nanti kami akan telusuri siapa yang bermain penjualan model begini,”tegasnya.

Sedangkan banyaknya stok pupuk subsidi di kios penjualan Pupuk, dinilai Ugas sangat janggal dengan laporan masyarakat yang menyatakan langka.

Sehingga pihaknya tidak akan berdiam diri dan akan terus melakukan penelusuran Apa penyebab tidak terserapnya pupuk subsidi di sejumlah kios pupuk ini.

“Alasan pupuk subsidi ini tidak diserap, karena ada sebagian petani yang berganti alih lahan. Seharusnya, kalau sudah berganti lahan dan tidak butuh banyak pupuk bersubsidi semestinya dicoret dari daftar itu,”tegas dia.

Ugas juga menegaskan, kalau Satgas Bus Patas akan terus melakukan sidak serupa secara berkala di sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo.

Tujuannya ialah, agar distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Probolinggo sesuai dengan peruntukannya dan tepat sasaran.

Selain itu Pemkab Probolinggo, akan mencabut izin kios penjualan Pupuk jika ditemukan bukti pelanggaran distribusi pupuk subsidi.

Perlu diketahui, dalam sidak tersebut didampingi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Ada juga Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Polres Probolinggo Kota dan Kodim 0820 Probolingggo.(*)