Kesehatan

Berhasil Tekan Penyakit Tropis, Dinkes Sleman Peroleh Sertifikat Bebas Frambusia

6659
×

Berhasil Tekan Penyakit Tropis, Dinkes Sleman Peroleh Sertifikat Bebas Frambusia

Sebarkan artikel ini
Berhasil Tekan Penyakit Tropis, Dinkes Sleman Peroleh Sertifikat Bebas Frambusia
Menkes Budi Gunadi Sadikin serahkan sertifikat bebas Frambusia kepada Kepala Dinkes Sleman dr. Cahya Purnama (Brd/Portal Indonesia)

JAKARTA – Pada peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memperoleh Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Sertifikat tersebut diserahkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin kepada Kepala Dinas Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama di Puri Agung Convention Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (6/3/2024).

Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin Frambusia adalah salah satu penyakit tropis berupa infeksi bakteri jangka panjang (kronis) yang paling sering mengenai kulit, tulang, dan sendi. Penanganan Frambusia menjadi prioritas Pemerintah Indonesia untuk dituntaskan selain filariasis, cacingan, schistosomiasis, dan kusta.

Pada kesempatan tersebut Menkes mengucapkan selamat bagi daerah yang berhasil mencapai target dalam nenekan penyakit kronis hingga berhasil meraih sertifikat bebas Frambusia. Diharapkan daerah yang mendapatkan tandfa penghargaan tersebut bisa memberi motivasi kepada daerah yang lain.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa membuat bangsa kita lebih sehat supaya nanti bonus demografi 2030 bisa tercapai,“ jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinkes Kabupaten Sleman, dr. Cahya Purnama mengatakan sertifikat bebas Frambusia didapatkan melalui perjuangan yang panjang karena dimulai dengan survailance mencari penyakit frambusia sampai tidak diketemukan kemudian dilakukan verifikasi oleh Kemenkes.

Berhasil Tekan Penyakit Tropis, Dinkes Sleman Peroleh Sertifikat Bebas Frambusia
Kepala Dinkes Sleman, dr Cahya Purnama menunjukkan sertifikat yang diterimanya (Brd/Portal Indonesia)

“Alhamdulillah membuahkan hasil, Sleman mendapatkan Sertifikat Bebas Frambusia dan ke depan kita akan mempertahankan ini,“ ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Cahya Purnama berharap masyarakat Sleman bisa meningkatkan kualitas kesehatannya sehingga terhindar dari penyakit yang menular.

Dalam upaya penemuan kasus Frambusia, Dinkes Sleman menerapkan strategi antara lain melalui pelayanan di Puskesmas, layanan kesehatan pemeriksaan pada penjaringan siswa baru, kegiatan Posbindu di semua kalurahan, mengintegrasikan program Frambusia dengan program-program Lainnya, dan mengintensifkan laporan bulanan Puskesmas.

Hasilnya pada 2022 dan 2023 diketahui kasus Frambusia di Sleman sebanyak nol kasus.

Selain itu, upaya lainnya adalah kegiatan Program Frambusia mendapat dukungan sumber dana dari APBD dan BOK Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Tahun 2023 yang terintegrasi dengan program lain. (Brd)