Portal DIY

Berantas Antraks di Sleman, Kementrian Pertanian Lakukan Vaksinasi di Gayamharjo

1582
×

Berantas Antraks di Sleman, Kementrian Pertanian Lakukan Vaksinasi di Gayamharjo

Sebarkan artikel ini
Berantas Antraks di Sleman, Kementrian Pertanian Lakukan Vaksinasi di Gayamharjo
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah serahkan tanda bantuan kepada Plt Kepala Dinas Pertanian DIY, Hery Sulistio (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN – Mengantisipasi penyebaran penyakit antraks di Kabupaten Sleman, Kementrian Pertanian lakukan vaksinasi anthraks terhadap sejumlah hewan ternak di padukuhan Kalinongko Kidul, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman. Selasa (19/3/2024).

Aacara vaksinasi diawali penyerahan bantuan vaksin dan obat-obatan untuk memberantas antraks yang ada di Kabupaten Sleman.

Bantuan diserahkan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nasrullah dan diterima oleh Plt kepada Dinas Pertanian DIY, Hery Sulistio Hermawan Sedang bantuan yang diberikan terdiri dari vaksin antraks sebanyak 2.600 dosis, vitamin 1500 botol, antihistamin 500 botol, antibiotik 100 botol, dan spuit 20.000 set.

Dalam sambutannya Nasrullah menyebut bahwa antraks merupakan penyakit yang berbahaya. Sebab penyakit yang menjangkiti hewan ini dapat menular ke manusia. Untuk itu penyakit ini perlu segera diberantas, salah satunya dengan cara melakukan vaksinasi kepada hewan-hewan ternak.

“Jangan ada yang menjual atau mengonsumsi hewan yang sakit atau mati. Ini bisa menularkan penyakit,” ujarnya

Mengenai hewan yang mati karena antraks, lanjut dia ada prosedur pemusnahannya. Yakni dikubur dengan kedalaman dua meter, dikasih formalin, kapur lalu ditutup dan disemen.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyampaikan bahwa kasus antraks di Kabupaten Sleman sudah terkendali dan sudah ditangani dengan baik.

Namun demikian Kustini tetap mengimbau masyarakat untuk membawa ternaknya ke Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) terdekat apabila ternaknya mengalami penyakit. Dengan begitu akan dapat dilakukan upaya mitigasi lebih lanjut apabila ternak tersebut terjangkit antraks.

Lebih lanjut Kustini menjelaskan bahwa Pemkab Sleman telah melakukan upanya desinfeksi di lingkungan kandang ternak yang positif antraks.

Berantas Antraks di Sleman, Kementrian Pertanian Lakukan Vaksinasi di Gayamharjo
Tim Kesehatan Hewan melihat hewan di Prambanan (Brd/Portal Indonesia)

Upaya lain yang dilakukan Pemkab Sleman adalah pengobatan dan pemberian vitamin terhadap ternak sapi 143 ekor serta 224 kambing dan domba, yang berada di sekitar lokasi kasus.

“Pemkab Sleman juga melakukan vaksinasi Antraks pada ternak sapi, domba dan kambing yang berada pada zona kuning. Yaitu di wilayah Dusun Nawung, Kalinongko Kidul dan sebagian di Dusun Kalinongko Lor kapanewon Prambanan,” terangnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY R. Hery Sulistio Hermawan, melaporkan bahwa kasus kematian ternak akibat antraks pertama muncul pada 2 Februari 2024. Namun warga tidak segera lapor kepada pihak berwenang.

Kasus kematian ternak ini terus terjadi dan membuat warga resah. Sehingga pada tanggal 7 Maret 2024, Kepala Dukuh Kalinongko Kidul melaporkan kejadian tersebut kepada Puskeswan Prambanan dan kemudian ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah sudah tidak ditemukan penampakan kasus kematian ternak diduga antraks sejak 8 sampai 15 Maret 2024,” ucapnya.

Adapun total ternak yang mati dari awal Februari sampai 7 Maret 2024 sebanyak 12 ekor, terdiri dari sapi 2 ekor, dan kambing 10 ekor. Ternak tersebut berasal dari 4 pemilik dari dua padukuhan yang berbatasan, tapi berbeda kabupaten.

Yakni dari padukuhan Kalinongko Kidul, Kalurahan Gayamharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, dan padukuhan Kayoman, Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. (Brd)