BEM se-Malang Raya Demo Tolak Pemilu Ditunda dan Presiden 3 Periode

BEM se-Malang Raya Demo Tolak Pemilu Ditunda dan Presiden 3 Periode
Saat mahasiswa akan gelar aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang.

KOTA MALANG. portal-indonesia.com – Pada hari ini sekitar 1000 mahasiswa yang bernaung dalam BEM Malang Raya gelar demo di depan gedung DPRD Kota Malang, Jl. Tugu No. 01, Selasa (12/04/2022).

Pantauan portal-indonesia.com, tampak iring-iringan mahasiswa dengan memakai beberapa jaket almamater memulai aksinya tepat pukul 11.30 WIB.

Para mahasiswa itu membawa berbagai banner berukuran besar dan kecil. Sambil berjalan, banner bertuliskan tuntutan mereka bentangkan.

Selain itu, mereka dalam aksi juga membawa pengeras suara berupa sound system yang diangkut menggunakan mobil pick up.

Dalam tuntutannya BEM Malang Raya menyampaikan beberapa poin penting, diantaranya :
1. Menghentikan wacana penundaan pemilu dan presiden 3 periode.
2. Mendorong pemerintah untuk bisa menurunkan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng serta menurunkan harga BBM (Pertamax).
3. Menyelesaikan permasalahan agraria.
4. Mengusut tuntas persekongkolan mega proyek Ibu Kota Negara.

Selain itu BEM Malang Raya juga menyerukan :
A. Menolak keras penundaan pemilu dan wacana presiden 3 periode, di tengah carut marut dan permasalahan – permasalahan yang terjadi secara parsial di Indonesia.
B. Menuntut presiden Joko Widodo untuk mengambil sikap dan berikan pernyataan tegas untuk menghentikan wacana penundaan pemilu serta wacana presiden 3 periode, agar tidak terjadi potensi – potensi konflik dikemudian hari.
C. Menuntut pemerintah untuk memberikan bantuan minyak goreng serta nantinya mendistribusikan kepada masyarakat.
D. Menurunkan harga minyak goreng.
E. Mendorong pemerintah untuk dapat memberantas dan mengungkap mafia-mafia yang menjadi aktor dibalik penimbunan minyak goreng.
F. Menuntut pemerintah menghasilkan kebijakan yang diterapkan secara konsisten.

Massa aksi ditemui langsung oleh I Made Riandiana Kartika selaku Ketua DPRD Kota Malang.

Tuntutan mahasiswa tersebut diterima dan disanggupi oleh ketua DPRD kota Malang untuk meneruskan ke pusat. Selama aksi unjuk rasa, tidak ada kericuhan atau aksi saling dorong, aksi berjalan dengan aman. (Junaedi)

error: