Portal DIY

Bawaslu DIY Diminta Menindak Tegas Pelanggaran pada Pemilu 2024

12
×

Bawaslu DIY Diminta Menindak Tegas Pelanggaran pada Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
Bawaslu DIY Diminta Menindak Tegas Pelanggaran pada Pemilu 2024
Para pembicara tampil dalam forum diskusi wujudkan Pemilu Bermartabat dan Berbudaya (Bambang S/Portal Indonesia)

YOGYAKARTA – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Mohammad Najib mengaku heran Yogyakarta sebagai kota pelajar dan berbudaya justru potensi kekerasan politiknya menempati peringkat tertinggi.
Ia menyebutkan berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) nasional, wilayah DIY menempati peringkat kedua dari aspek dimensi kontestasi.Bahkan hasil riset Wahid Institute tahun 2014 menempatkan DIY sebagai provinsi dengan potensi kekerasan politik tertinggi setelah Jawa Barat.

“Katanya Yogya berhati nyaman?.
Kita malu sebagai kota budaya dan pelajar, justru DIY menempati potensi kekerasan politik tertinggi,” kata Najib dalam forum diskusi Wujudkan Pemilu Bermartabat dan Berbudaya di Gedung DPRD DIY,  Selasa (9/5/ 2023).

Acara membahas Pemilu 2024 bersama Bawaslu DIY, KPU DIY, dan OPD terkait dipimpin oleh Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto. Forum diskusi juga menghadirkan  pembicara Wawan Budiyanto, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU DIY.

Najib berharap jargon Yogya sebagai kota budaya dan pelajar itu tercermin dalam Pemilu 2024 mendatang.

Diakui persaingan antar calon dalam pemilu di DIY tinggi potensinya. Karena itu, ia minta masyarakat turut
berperan bersama-sama untuk mewujudkan Pemilu yang bermartabat dan berbudaya.

Dalam kesempatan sebelumnya Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto meminta Bawaslu DIY untuk menindak tegas bilamana terjadi money politik pada Pemilu mendatang.Ini demi menjunjung nilai Pemilu Bermartabat dan Berbudaya, khususnya di DIJ. “Harapan saya kepada Bawaslu DIJ, ketika ada yang melanggar aturan yakni money politik dicoret dari pendaftaran. Money politik silakan didiskualifikasi dari KPU,” pinta Eko.

Menurutnya upaya tegas ini penting dilakukan sebab DIY dikenal memiliki atribut kebudayaan, Kota Wisata dan Kota Pelajar. Karenanya Bawaslu DIY harus bekerja keras dalam memastikan pemilu di DIY bermartabat dan berbudaya. (bams)