Portal Jatim

Bacaleg PDIP Ponorogo Didaftarkan ke KPU, Target Raup 13 Kursi Legislatif

17
×

Bacaleg PDIP Ponorogo Didaftarkan ke KPU, Target Raup 13 Kursi Legislatif

Sebarkan artikel ini
Bacaleg PDIP Ponorogo Didaftarkan ke KPU, Target Raup 13 Kursi Legislatif
Kesenian reog hingga bantengan mewarnai pendaftaran bacaleg partai PDIP Ponorogo

PONOROGO – Sebanyak 45 Bakal calon legislatif (bacaleg) dari partai PDI Perjuangan Ponorogo didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Pemilu 2024.

Pun, jajaran pengurus dan anggota PDI Perjuangan Ponorogo mendaftarkan bacaleg -nya tersebut diiringi dengan kesenian reog, bantengan hingga tari Sufi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Bambang Juwono mengatakan, pihaknya mendatangi KPU untuk mendaftarkan bacaleg dari partai berlambang banteng ini.

“Ada 45 bacaleg yang kita daftarkan di enam daerah pilihan (dapil). Persyaratan 100% sudah lengkap dan telah diterima (dokumen) oleh KPU Ponorogo,” ujarnya, Kamis (11/5/2023).

Ada tanda-tanda kemenangan, dimana PDI Perjuangan merupakan partai politik Nasional dengan nomor urut tiga.

“Sedangkan hari ini tadi, DPC partai PDI Perjuangan Ponorogo merupakan parpol ketiga yang daftar ke KPU Ponorogo. Juga daftar pada jam tiga sore. Serta angka tiga ini menandakan salam metal,” imbuhnya.

Dalam kontestasi pemilu 2024 nanti, tak hanya pemilihan legislatif saja. Namun juga calon Presiden, dimana partai PDI Perjuangan mengusung nama Ganjar Pranowo.

“Mohon dukungannya kepada masyarakat agar PDI Perjuangan dapat memenangi pemilu 2024. Serta nanti mari kita ciptakan iklim demokrasi yang kondusif, cerdas dan pada substansi -nya,” jlentrehnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat memilih pemimpin maupun partai berdasarkan track record dan rekam jejaknya.

“DPC PDI Perjuangan Ponorogo pada Pemilu 2024 nanti, kita punya target yakni dapat meraup 13 kursi legislatif,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bappilu DPC PDI Perjuangan Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan, pendaftaran bacaleg ke KPU ini dengan diiringi berbagai kesenian.

“Ada reog, bantengan hingga tari sufi, untuk merepresentasikan majemuk kebhinekaan di Ponorogo. Serta hal ini juga harus dijaga bersama-sama,” pungkasnya.