Aturan Baru, Dispendukcapil Ponorogo Sarankan Menamai Anak Minimal Dua Kata

Aturan Baru, Dispendukcapil Ponorogo Sarankan Menamai Anak Minimal Dua Kata
Nampak kantor pelayanan Dispendukcapil Ponorogo (istimewa)

PONOROGO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo menghimbau kepada masyarakat, agar menamai anaknya yang baru lahir dengan minimal dua kata.

Hal ini seiring adanya aturan baru yakni pedoman pencatatan yang tertuang dalam Peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor 73 tahun 2022.

Menurut Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Heru Purwanto mengatakan, Permendagri itu mengatur pemberian pencatatan nama seseorang terhadap dokumen administrasi harus memenuhi kaidah-kaidah tertentu.

“Antara lain, nama mudah dibaca, tidak bermakna negatif, tidak multitafsir dan jumlah huruf plus spasi pada produk administrasi kependudukan sebanyak 60 huruf. Serta nama minimal dua kata,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/5/2022).

Jika ada nama (seseorang) yang sudah terlanjur hanya satu kata, misalnya Suhartini, Sriyono dan sebagainya, masih tetap berlaku. Karena nama satu kata tersebut sebelum adanya aturan Permendagri nomor 73 tahun 2022 yang baru ini.

Aturan Permendagri tersebut sangat baru, yakni keluar pada 21 April 2022. Hingga aturan baru ini muncul, juga belum ada laporan (warga) di Dispendukcapil Ponorogo yang mengajukan nama hanya satu kata.

“Ya itu sangat bagus. Orang tua juga harus melihat masa depan anaknya. Karena nama itu harus selaras dengan pelayanan publik. Termasuk membuat paspor saja minimal harus dua kata,” tandasnya.

error: