ASN Kristiani Sleman Rayakan Paskah Bersama

ASN Kristiani Sleman Rayakan Paskah Bersama
Usai beri siraman rohani, Romo Tata Triana PR foto bersama dengan para ASN beragama Kristen dan Katolik di Pemkab Sleman (Brd/Portal Indonesia)

SLEMAN  – Setelah dua tahun berturut-turut, para anggota ASN, TNI dan Polri beragama Kristen dan katholik di Lingkungan Pemkab Sleman tidak merayakan Natal dan Paskah karena tingginya kasus Covid-19, kini mereka mulai berani merayakan Paskah 2022 guna mengenang kebangkitan Yesus Kristus junjunganya.

Namun karena pandemi Covid-19 belum tuntas, maka perayaan hanya dilaksanakan secara sederhana berupa pembinaan rohani dan jumlah pesertanya juga dibatasi.

“Jumlah anggota ASN, TNI dan Polri beragama kristen dan katolik yang bekerja di lingkungan Pemkab Sleman mencapai lebih dari 1000 orang. Namun dalam siraman rohani perayaan Paskah tahun ini, hanya dihadirkan sekitar 300 peserta,” kata ketua panitia penyelenggara, Nawangwulan seusai perayaan di Gereja St Aloysiis Gonzaka Paroki Mlati Kabupaten Sleman, Jumat (22/4/2022).

Agar seluruh anggota ASN,TNI dan Polri beragama katolik dan Kristen di lingkungan Pemkab Sleman bisa mengikuti acara ini, maka acara siraman rohani tersebut juga di live streaming.

Perayaan Paskah dengan acara tunggal berupa siraman rohani ini, menampilkan dua orang pembicara, yakni romo Paroki Mlati, Romo Lorensius Tata Triana PR serta seorang pengurus Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) cabang DIY, Elisabet Setyaningsih.

Dalam ceramahnya, Romo Tata Triana PR mengatakan, sebagai pengikut Kristus, para anggota ASN TNI dan Polri beragama Kristen dan Katolik harus bisa menjadi orang baik di lingkungan kerjanya. Yaitu harus mau mengorbankan diri untuk kemajuan bersama seperti yang dilakukan Yesus Kristus yang juga mau mengorbankan dieriya untuk keselamatan manusia.

Oleh karena itu sebagai ASN TNI dan Polri beragama kristen dan katolik dalam bekerja sebagai abdi negara, tidak cukup datang dan pulang tepat waktu. Tetapi juga harus mau bekerja keras, jujur dan jika ada suatu permasalahan juga harus mau “ndadagi”.

“Bahkan kalu perlu, juga harus selalu berani tombok. Yakni apabila mengadakan kegiatan bersama dan dananya kurang, jangan pelit-pelit untuk urun agar kegiatannya bisa berjalan baik dan lancar,” pesanya.

Sementara itu seorang pengurus FMKI DIY, Elisabet setyaningsih, mengatakan sebagai pendamping umat kritiani, FMKI DIY siap untuk selalu berdampingan dengan ASN beragama kriten dan katolik di Sleman. Oleh karena itu, jika ASN TNI Polri beragama kristiani mengalami permasalah dibidang apa saja, termasuk dalam hal pelayanan kemasyarakatan dan politik, FMKI DIY juga siap diajak diskusi untuk menyelesaian permasalahan yang dihadapi.

Serangkaian kegiatan siraman rohani bagi ASN, TNI dan Polri Lingkungan Pemkab Sleman ini diakiri dengan doa safaat yang dipimpin pendeta, Guratan Pamentasing Prabu Laesa. Selain meminta keselamatan dan kemakmuran bangsa Indonesia, doa safaat tersebut juga memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar perayaan Hari jadi ke 106 Kabuparen Sleman tahun ini juga bisa berjalan lancar, dan peringatan hari jadi Kabupaten Sleman tersebut juga memberi manfaat bagi masyarakat Sleman . (Brd) 

error: