Aksi Mahasiswa di Ponorogo Sampaikan Sejumlah Tuntutan, Salah Satunya Perjuangkan Reog

Aksi Mahasiswa di Ponorogo Sampaikan Sejumlah Tuntutan, Salah Satunya Perjuangkan Reog
Ratusan mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Ponorogo

PONOROGO – Ratusan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menyampaikan sejumlah tuntutan di depan gedung DPRD Ponorogo. Aksi damai ini dilakukan oleh aliansi mahasiswa Ponorogo.

Aksi damai yang tergabung Aliansi Mahasiswa Ponorogo antara lain mahasiswa yang aktif DEMA IAIN Ponorogo, BEM Unmuh Ponorogo, DEMA Insuri Ponorogo, STKIP Ponorogo dan sebagainya. Dengan menyampaikan sedikitnya ada 7 tuntutan.

Korlap mahasiswa Ponorogo, Aldilla Mayang Putri menyampaikan aspirasi dan tuntutan, diantaranya menolak kenaikan harga BBM Pertamax, menuntut kesanggupan pemerintah dalam penyediaan stok bahan bakar minyak jenis Pertalite. Mendesak kesanggupan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Kita juga mendukung penuh pelestarian budaya Reog Ponorogo. Meminta konsistensi pemerintah dalam mengawal pengajuan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya tak benda (ICH) ke UNESCO,” jelasnya, Selasa (12/4/2022).

Pihaknya juga mendesak DPR dan Pemerintah untuk mengesahkan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Tolak pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan No. 22 Tahun 2021.

“Tak kalah pentingnya, kita meminta petugas yang berwenang dapat mengusut tuntas dan mengadili mafia minyak goreng,” jlentrehnya.

Pun, aksi demontrasi ini ditemui langsung oleh jajaran pimpinan legislatif. Salah satunya, Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto yang sepakat dengan tuntutan dari kawan kawan mahasiswa.

“Nanti akan kita koordinasikan terkait tuntutan dari kawan-kawan mahasiswa,” tandasnya.

error: