Agus Riyadi Mengkritisi Perilaku Advokat Ibu Kota yang Bertentangan Dengan Kode Etik

Agus Riyadi Mengkritisi Perilaku Advokat Ibu Kota yang Bertentangan Dengan Kode Etik

Advokat Agus Riyadi,S.H M.M M.H


JAKARTA | Portal-Indonesia.com – Perseturuan antara Pengacara senior Razman Arief Nasution dengan Hotman Paris Hutapea membuat heboh dunia maya, meresahkan dunia hukum serta menurunkan martabat wibawa advokat di masyarakat menurun.

berbagai tudingan dilontarkan kedua pengacara tersebut dari masalah pribadi, hingga masalah rahasia mantan klien mereka beberkan ke berbagai media, Perilaku pengacara-pengacara senior ibu kota tersebut mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat dan juga Advokat daerah, Advokat Agus Riyadi SH MM MH, Ketika di wawancarai dikantornya AR LAW FIRM, Karanganyar, Jawa Tengah, mengatakan ”sikap arogan, unjuk kekuatan fisik ataupun kekayaan serta mengeluarkan kata-kata kasar, sungguh sangat memalukan dan jauh dari Officium Nobile (profesi yang mulia) seorang Advokat, tentunya apa yang sedang terjadi saat ini sangat menyedihkan bagi dunia advokat.

Advokat dalam menjalankan profesinya memiliki aturan main sendiri yaitu Kode etik Advokat, dimana harus memiliki moral yang tinggi, luhur, mulia dan dalam melaksanakan tugasnya dengan menjunjung tinggi hukum, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia, Kode Etik Advokat sesuai dengan BAB II, tentang Kepribadian Advokat dalam Pasal 2, serta sumpah jabatannya, “ucapnya, Jum’at (24/06/2022).

Agus, mengingatkan bahwa kode etik Advokat sebagai hukum tertinggi dalam menjalankan profesi, yang menjamin dan melindungi namun membebankan kewajiban kepada setiap Advokat untuk jujur dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya baik kepada klien, pengadilan, negara atau masyarakat dan terutama kepada dirinya sendiri.

Untuk itu juga perlu mengingat tujuan kode Etik Advokat juga sebuah aturan yang dirancang untuk melindungi profesi advokat, dan memberikan panduan tentang bagaimana advokat harus bertindak dalam hubungannya dengan klien mereka, satu sama lain, dan masyarakat pada umumnya.

Begitu banyak pelanggaran kode etik yang dilanggar dari pertikaian antar advokat dan klien maupun mantan klien, dapat dilihat pada BAB II, tentang Kepribadian Advokat dalam Pasal 3 ayat d (Advokat wajib memelihara rasa solidaritas diantara teman sejawat), ayat g (Advokat harus senantiasa menjunjung tinggi profesi Advokat sebagai profesi terhormat (officium nobile)), dan ayat h (Advokat dalam menjalankan profesinya harus bersikap sopan terhadap semua pihak namun wajib mempertahankan hak dan martabat advokat).

Advokat Karanganyar yang sedang merambah kariernya secara nasional ini juga mengatakan untuk mengingat BAB IV tentang Hubungan dengan teman sejawat, pada Pasal 5 a dan b, dimana dikatakan bahwa Hubungan antara teman sejawat Advokat harus dilandasi sikap saling menghormati, saling menghargai dan saling mempercayai, serta Advokat jika membicarakan teman sejawat atau jika berhadapan satu sama lain dalam sidang pengadilan, hendaknya tidak menggunakan kata-kata yang tidak sopan baik secara lisan maupun tertulis.

Agus juga sangat menyayangkan kondisi yang saat ini menjadi buah bibir dikalangan masyarakat, dimana para advokat yang berseteru lupa akan aturan kode etik tentang Hubungan dengan klien, dimana Advokat dalam perkara-perkara harus mengutamakan penyelesaian dengan jalan damai, sehingga justru tidak membuat masalah menjadi memanas dan merembet kemana-mana bahkan saling membuka rahasia klien karena Advokat wajib memegang rahasia jabatan tentang hal-hal yang diberitahukan oleh klien secara kepercayaan dan wajib tetap menjaga rahasia itu, apalagi bahkan diantara advokat tersebut bahkan saling membuka aib masing-masing.

Agus berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan terhormat agar menjadi acuan bagi masyarakat pencari keadilan dimanapun berada menjadi tidak percaya dan atau malah menjadikan pengacara seperti bodyguard ataupun tukang pukul bagi mereka dan yang terpenting harga diri advokat tidak terus-terusan tercoreng.

 

error: