Prancis vs Pantai Gading menjadi salah satu laga persahabatan internasional yang paling mengejutkan menjelang Piala Dunia 2026. Bermain di Stade de la Beaujoire, Nantes, Prancis sebenarnya tampil dominan pada babak pertama dan berhasil unggul lebih dulu. Namun Pantai Gading menunjukkan mental luar biasa dengan membalikkan keadaan dan menang 2-1 lewat gol Guela Doue serta Amad Diallo. Hasil ini menjadi kemenangan pertama Pantai Gading atas Prancis dalam sejarah pertemuan kedua tim.
Bagi Didier Deschamps, kekalahan ini menjadi alarm penting sebelum Les Bleus memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Sebaliknya, bagi Pantai Gading, kemenangan atas salah satu favorit juara dunia menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat berharga.
Prancis Tampil Dominan di Babak Pertama
Pada awal pertandingan Prancis vs Pantai Gading, Les Bleus langsung mengambil inisiatif serangan. Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Rayan Cherki berkali-kali merepotkan pertahanan Pantai Gading yang dipimpin Emmanuel Agbadou dan Wilfried Singo.
Peluang demi peluang berhasil diciptakan. Mbappe sempat menguji Yahia Fofana dengan tendangan keras dari dalam kotak penalti, sementara Michael Olise dan Adrien Rabiot juga mendapatkan kesempatan emas untuk membuka keunggulan. Namun penampilan gemilang Fofana membuat Pantai Gading mampu bertahan hingga menit-menit akhir babak pertama.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-45. Rayan Cherki menunjukkan kualitas individunya dengan melewati beberapa pemain sebelum melepaskan tembakan akurat ke sudut bawah gawang. Gol tersebut membawa Prancis unggul 1-0 saat turun minum.
Rotasi Deschamps Mengubah Jalannya Pertandingan
Memasuki babak kedua, Didier Deschamps melakukan banyak pergantian pemain. Sejumlah nama seperti Kylian Mbappe, Theo Hernandez, dan Aurelien Tchouameni ditarik keluar untuk menjaga kondisi fisik menjelang Piala Dunia. Total sepuluh pergantian dilakukan Prancis sepanjang babak kedua.
Keputusan tersebut ternyata berdampak besar terhadap ritme permainan Les Bleus. Organisasi permainan yang terlihat solid pada babak pertama mulai kehilangan keseimbangan. Pantai Gading yang sebelumnya lebih banyak bertahan mulai menemukan ruang untuk menyerang.
Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, juga melakukan beberapa perubahan yang terbukti efektif. Masuknya Nicolas Pepe membuat serangan Pantai Gading menjadi lebih hidup dan agresif.
Guela Doue Samakan Kedudukan
Momentum pertandingan berubah pada menit ke-53. Berawal dari kombinasi cepat antara Elye Wahi dan Nicolas Pepe, bola berhasil dikirim ke Guela Doue yang bergerak bebas di belakang pertahanan Prancis.
Dengan tenang, bek Strasbourg tersebut melepaskan penyelesaian akurat yang tidak mampu dihentikan Mike Maignan. Skor berubah menjadi 1-1 dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Menariknya, Guela Doue adalah kakak dari Desire Doue yang justru membela tim nasional Prancis. Momen tersebut menjadi cerita unik dalam pertandingan yang penuh drama ini.
Gol penyama kedudukan membuat kepercayaan diri Pantai Gading meningkat drastis. Mereka mulai berani menekan dan memaksa lini belakang Prancis bekerja lebih keras dibandingkan babak pertama.
Amad Diallo Jadi Pahlawan Pantai Gading
Ketika pertandingan terlihat akan berakhir imbang, Pantai Gading justru berhasil mencetak gol kemenangan pada menit ke-84.
Guela Doue kembali menjadi aktor penting setelah mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kanan. Bola kemudian disambut Amad Diallo dengan penyelesaian satu sentuhan yang mengarah ke pojok bawah gawang Prancis. Mike Maignan tidak memiliki peluang untuk menghentikan bola tersebut.
Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi Pantai Gading sekaligus menjadi salah satu hasil mengejutkan dalam rangkaian laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2026.
Pantai Gading Kirim Sinyal Bahaya
Hasil Prancis vs Pantai Gading menunjukkan bahwa juara Afrika tersebut tidak bisa dipandang sebelah mata.
Skuad asuhan Emerse Fae tampil disiplin, sabar, dan sangat efektif memanfaatkan peluang. Selain Amad Diallo dan Guela Doue, penampilan Yahia Fofana di bawah mistar juga layak mendapat pujian karena beberapa kali menggagalkan peluang emas Prancis.
Kemenangan atas tim sekelas Prancis menjadi bukti bahwa Pantai Gading memiliki kualitas untuk memberikan kejutan di Piala Dunia 2026. Mereka akan datang ke turnamen dengan kepercayaan diri tinggi setelah berhasil mengalahkan salah satu kandidat juara dunia.
Kekalahan yang Bisa Jadi Pelajaran untuk Prancis
Bagi Prancis, kekalahan ini memang tidak memengaruhi apa pun karena hanya berstatus laga persahabatan. Namun hasil tersebut memperlihatkan bahwa masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki sebelum turnamen dimulai.
Didier Deschamps menegaskan bahwa pertandingan ini harus dijadikan pelajaran berharga agar timnya tidak terlalu percaya diri menjelang Piala Dunia. Beberapa pemain senior seperti Aurelien Tchouameni dan Lucas Hernandez juga menganggap kekalahan ini sebagai pengingat bahwa setiap pertandingan di level internasional tidak pernah mudah.
Meski kalah, penampilan Rayan Cherki menjadi salah satu sisi positif bagi Prancis. Gelandang serang muda tersebut tampil impresif dan semakin memperkuat peluangnya untuk mendapatkan tempat utama pada Piala Dunia 2026.
Baca juga terkait berita seputar Piala Dunia 2026 di Portal Indonesia














