Kroasia vs Belgia berakhir 2-0 untuk Belgia, dan hasil itu terasa lebih besar dari sekadar skor uji coba. Di Stadion HNK Rijeka, Belgia tampil rapi, sabar, lalu mematikan saat peluang datang. Romelu Lukaku ikut menyumbang gol dan menutup malam dengan catatan yang sulit diabaikan: gol internasional ke-90.
Untuk Belgia, kemenangan ini juga nyambung dengan cerita yang sudah lebih dulu dibahas di skuad Belgia Piala Dunia 2026. Nama Lukaku dan Kevin De Bruyne masih jadi poros utama, dan laga melawan Kroasia menunjukkan kenapa pengalaman dua pemain itu tetap penting di tim ini. Kalau melihat Kroasia vs Belgia dari sisi besar, Belgia memang terlihat lebih siap menjalani malam yang tidak mudah.
Kroasia vs Belgia berjalan sesuai rencana Belgia
Belgia tidak memaksakan tempo sejak awal. Mereka menunggu momen, menjaga jarak antarlini, dan cukup disiplin saat Kroasia mencoba membangun serangan dari tengah. Cara bermain seperti ini memang tidak selalu ramai dilihat, tetapi efektif ketika lawan tidak diberi banyak ruang untuk berkembang.
Reuters melaporkan bahwa Youri Tielemans membuka skor lewat sepakan bersih di babak pertama, lalu Lukaku memastikan kemenangan dengan gol di pengujung laga. Laporan Reuters juga menyebut Lukaku kembali memperkuat Belgia setelah absen sekitar 12 bulan. Jadi, ini bukan cuma soal menang 2-0. Ada momen comeback yang langsung berbuah hasil.
Kroasia sendiri tidak tampil buruk. Mereka sempat punya penguasaan bola dan mencoba memancing Belgia keluar dari blok pertahanan, tetapi penyelesaian akhir mereka tidak cukup tajam. Di laga Kroasia vs Belgia seperti ini, satu dua detail kecil sering menentukan. Belgia lebih tenang saat momen itu datang.
Lukaku tembus 90 gol dan Belgia mendapat kabar bagus
Gol ke-90 selalu punya bunyi tersendiri. Angka itu tidak datang dari kebetulan, apalagi untuk striker yang selama bertahun-tahun jadi tumpuan utama Belgia. Lukaku memang sempat absen, sempat diragukan ritmenya, dan sempat disebut belum berada di kondisi terbaik. Tapi gol ini membalik banyak obrolan dengan cepat.
Yang menarik, Lukaku tidak butuh panggung yang terlalu ramai untuk kembali bicara. Ia cukup masuk ke momen yang tepat dan menyelesaikan tugasnya. Itu juga yang membuat Belgia terlihat nyaman. Mereka tidak sedang mencari sensasi, hanya butuh pemain yang bisa menuntaskan serangan ketika kesempatan terbuka. Di laga Kroasia vs Belgia ini, peran itu dijalankan dengan sangat jelas.
Kalau melihat kontribusinya, Lukaku masih punya nilai besar untuk Belgia. Dia bukan sekadar nama lama. Di pertandingan yang ketat seperti ini, kehadirannya memberi titik tuju yang jelas di depan. Bek lawan harus menjaga ruang ekstra, sementara gelandang Belgia bisa naik lebih berani karena ada target yang siap menunggu bola.
Detail kecil yang membuat Belgia lebih efisien
Selain dua gol, yang paling terasa dari Belgia adalah efisiensinya. Mereka tidak buru-buru membangun serangan. Saat bola hilang, transisi mereka juga cukup cepat untuk memutus momentum Kroasia. Itu penting, karena lawan seperti Kroasia biasanya hidup dari ritme. Begitu ritme dipatahkan, mereka jadi lebih mudah dibaca.
Di sisi lain, Belgia juga menunjukkan bahwa mereka tidak hanya bergantung pada satu nama. Tielemans membuka jalan, para gelandang menjaga arah permainan, dan Lukaku menutupnya. Paket lengkap seperti ini yang biasanya dicari pelatih ketika masuk fase persiapan turnamen besar. Bukan hanya siapa yang mencetak gol, tetapi bagaimana prosesnya dibangun.
Apa arti hasil ini jelang Piala Dunia 2026
Kemenangan atas Kroasia tidak otomatis membuat Belgia masuk daftar favorit utama, tetapi hasil seperti ini tetap penting. Tim besar sering dinilai dari cara mereka menang dalam laga yang tidak selalu cantik. Belgia memperlihatkan bahwa mereka masih bisa main efektif, tidak panik, dan tetap punya pemain yang bisa menyelesaikan pertandingan saat diperlukan.
Untuk Kroasia, laga ini jadi pengingat bahwa mereka masih harus lebih tajam di sepertiga akhir. Mereka cukup hidup di beberapa fase permainan, tetapi tidak cukup berbahaya ketika masuk ke area penentuan. Melawan tim dengan struktur seperti Belgia, detail kecil di kotak penalti memang mahal harganya. Kroasia vs Belgia malam itu juga memperlihatkan perbedaan pengalaman yang cukup jelas.
Di level yang lebih besar, hasil ini memberi gambaran sederhana: Belgia belum selesai. Mereka masih punya mesin gol, masih punya pemain kreatif, dan masih punya pengalaman untuk membawa laga ke arah yang mereka mau. Jelang Piala Dunia 2026, itu modal yang terasa nyata, bukan sekadar optimisme kosong.
Bagi Kroasia, pertandingan ini tetap berguna sebagai bahan evaluasi. Mereka akan melihat lagi fase ketika bola sudah masuk area terakhir, karena di situlah solusi belum cukup tajam. Buat Belgia, evaluasinya justru lebih menyenangkan. Mereka pulang dengan skor bagus, Lukaku kembali menemukan sentuhan, dan kepercayaan diri tim ikut naik.
Catatan singkat dari laga di Rijeka
- Hasil akhir: Kroasia 0-2 Belgia
- Tempat: Stadion HNK Rijeka
- Pencetak gol: Youri Tielemans dan Romelu Lukaku
- Catatan utama: Lukaku mencetak gol internasional ke-90 saat kembali ke timnas Belgia
Kemenangan Kroasia vs Belgia di Rijeka bukan jenis hasil yang perlu dibesar-besarkan. Tapi justru di situ nilainya. Belgia pulang dengan skor bagus, Lukaku mendapat momen yang pas untuk menutup malam, dan tim ini membawa pulang sesuatu yang lebih berguna daripada sekadar label uji coba: rasa percaya diri.
Sumber fakta pertandingan: Reuters dan beIN SPORTS.














