Manchester City harus merelakan dua poin penting setelah ditahan imbang 3-3 oleh Everton di Hill Dickinson Stadium, Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Hasil ini langsung mengagetkan peta perebutan gelar Liga Primer Inggris dan satu tim yang paling diuntungkan adalah Arsenal.
Cityzens sempat terlihat mengontrol permainan dengan dominasi penguasaan bola dan menciptakan banyak peluang. Namun Everton tidak pernah benar-benar menyerah dan terus membalas setiap gol yang masuk. Hasilnya, City gagal mengunci kemenangan dan merasakan dua poin hilang yang sangat mahal.
Hasil Akhir
Everton 3-3 Manchester City
Laga penuh gol, penuh drama, dan penuh konsekuensi bagi perburuan gelar Liga Primer Inggris musim ini.
Jalannya Pertandingan
Jeremy Doku membawa City memimpin lebih dulu di babak pertama melalui penyelesaian tegas dari umpan Erling Haaland.
Everton kemudian menyamakan kedudukan melalui situasi yang tidak biasa. Bek City Marc Guehi memberikan umpan balik yang sangat berbahaya dan striker Everton Thierno Barry langsung memanfaatkannya untuk mencetak gol.
Everton Balikkan Situasi
Memasuki babak kedua, Everton yang bermain dengan sepuluh pemain setelah Iliya Chernobai dikartu merah di babak pertama justru tampil luar biasa. Jake O’Brien membawa Everton memimpin 2-1 melalui sundulan dari sepak pojok.
Tekanan Everton tidak berhenti. Di menit ke-81, Thierno Barry mencetak gol keduanya setelah menerobos pertahanan City yang sudah rapuh. Skor berubah menjadi 3-1 untuk Everton.
Haaland dan Doku Selamatkan City
Di menit ke-83, Haaland mengurangi ketertinggalan melalui sundulan di dalam kotak penalti.
Namun drama belum berakhir. Di Injury Time, Jeremy Doku mencetak gol keduanya melalui tembakan keras dari sudut sempit yang mengenai mistar dan memantul ke dalam gawang. Skor resmi berakhir 3-3 di menit ke-97.
Masalah yang Terlihat di Manchester City
1. Pertahanan Tidak Solid
City kebobolan tiga gol dalam satu laga untuk kedua kalinya musim ini. Lini pertahanan yang biasanya solid kini terlihat sangat rapuh dan terlalu terbuka saat menyerang.
2. Kehilangan Kontrol di Momen Kunci
Biasanya City kuat di fase akhir dan bisa controlling permainan. Tapi di laga ini mereka kehilangan grip permainan sepenuhnya di momen-momen krusial.
3. Finishing Tidak Maksimal
Banyak peluang diciptakan namun tidak semua dikonversi menjadi gol. Efisiensi City menurun drastis dibandingkan standar mereka biasanya.
Dampak Besar ke Perebutan Gelar EPL
Hasil ini bukan sekadar imbang biasa. Dengan lima poin keunggulan dari Manchester City di posisi kedua, Arsenal kini berada dalam posisi ideal dengan lebih sedikit tekanan dan momentum positif yang kuat.
Arsenal sendiri tengah mengincar gelar Liga Primer Inggris dan hasil ini membuka peluang besar jika mereka tetap konsisten di sisa musim.
Tekanan kini beralih ke City yang harus meraih hasil sempurna di sisa laga untuk mempertahankan peluang gelar. Satu hasil buruk lagi bisa fatal dan memberikan peluang juara Arsenal semakin lebar.
Skenario Perebutan Gelar
Jika Arsenal menang di laga berikutnya, mereka bisa naik signifikan di klasemen. Sebaliknya, jika City kembali kehilangan poin, peluang juara mereka bisa hilang sepenuhnya.
Ini adalah fase krusial musim di mana title race kembali hidup dan momentum berpindah tangan dengan cepat. Dengan margin error yang semakin tipis, setiap poin sangat berarti di akhir kampanye ini.
Apa Artinya untuk City?
City masih kuat di Liga Primer, tapi hasil ini membuktikan mereka tidak lagi dominan penuh seperti musim-musim sebelumnya. Mereka harus meraih hasil sempurna di sisa laga untuk mempertahankan peluang gelar.
Menurut analisa dari The Guardian, konsistensi Arsenal sepanjang musim membuat mereka layak difavoritkan untuk meraih gelar Liga Primer kali ini.
Kesimpulan
Manchester City tidak kalah di laga ini, tapi hasil 3-3 melawan Everton terasa seperti sebuah kesalahan fatal yang sama mahalnya dengan kehilangan dua poin dalam perebutan gelar.
Dalam perebutan gelar, kehilangan dua poin bisa sama mahalnya dengan kalah di klasemen. Laga-laga krusial menjelang akhir musim akan menentukan siapa yang akan mengangkat trofi Liga Primer di akhir kampanye. Arsenal kini memegang kendali penuh atas nasib mereka sendiri.














