Pekan 26 BRI Super League 2025/26 datang di momen yang tidak netral. Kompetisi sudah masuk fase ketika sembilan laga sisa bisa terasa seperti sprint pendek: tim papan atas mulai menghitung peluang juara, tim papan tengah memburu stabilitas, dan tim bawah tidak lagi punya ruang banyak untuk salah langkah. Operator liga juga menandai rangkaian pertandingan 3–6 April 2026 sebagai lanjutan resmi pekan 26, dimulai dari Arema FC vs Malut United dan ditutup Persik Kediri vs Persijap Jepara serta Bali United vs PSBS Biak Numfor.
Yang membuat pekan BRI Liga 1 ini menarik bukan cuma besarnya nama-nama klub. Ada beberapa pertandingan dengan beban psikologis yang berbeda. Arema datang dengan kebutuhan membalikkan arah musim. PSIM, sebagai tim promosi, justru sedang berada di posisi yang sangat layak diperhitungkan. Persebaya harus mengelola kondisi skuad, terutama karena Bruno Paraiba belum seratus persen bugar. Persib datang ke markas Semen Padang sambil menjaga jalur juara. Semua konteks itu membuat prediksi pekan ini tidak bisa dibaca dangkal.
Jadwal Lengkap BRI Super League Pekan 26

Jumat, 3 April 2026
| Waktu | Pertandingan | Prediksi |
|---|---|---|
| 15.30 WIB | Arema FC vs Malut United FC | 2-0 |
| 19.00 WIB | Dewa United Banten FC vs PSIM Yogyakarta | 1-1 |
Sabtu, 4 April 2026
| Waktu | Pertandingan | Prediksi |
|---|---|---|
| 15.30 WIB | PSM Makassar vs Persis Solo | 2-1 |
| 19.00 WIB | Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang | 2-1 |
Minggu, 5 April 2026
| Waktu | Pertandingan | Prediksi |
|---|---|---|
| 15.30 WIB | FC Bhayangkara vs Persija Jakarta | 1-2 |
| 19.00 WIB | Madura United vs Borneo FC Samarinda | 2-1 |
| 19.00 WIB | Semen Padang FC vs Persib Bandung | 1-2 |
Senin, 6 April 2026
| Waktu | Pertandingan | Prediksi |
|---|---|---|
| 15.30 WIB | Persik Kediri vs Persijap Jepara | 1-1 |
| 19.00 WIB | Bali United vs PSBS Biak Numfor | 2-0 |
Jadwal di atas sesuai dengan daftar resmi fixtures pekan 26 di Liga Indonesia Baru. Arema vs Malut United tercatat dimainkan di Kanjuruhan pada 3 April pukul 15.30 WIB, Dewa United vs PSIM pukul 19.00 WIB, Persik vs Persijap pada 6 April pukul 15.30 WIB, dan laga-laga lain berada dalam blok pekan yang sama.
Kenapa Pekan 26 BRI Liga 1 Sangat Penting?
Secara ritme musim, pekan 26 adalah titik ketika narasi kompetisi mulai mengeras. PSIM misalnya, menurut situs resmi operator liga, memasuki pekan 26 dengan 38 poin dari 25 laga, hasil dari 9 menang, 11 imbang, dan 5 kalah, plus catatan 35 gol memasukkan dan 32 kebobolan. Untuk ukuran tim promosi, itu bukan kebetulan; itu tanda bahwa mereka bukan lagi tim numpang lewat.
Di sisi lain, Arema disebut masih memiliki sembilan pertandingan tersisa untuk memperbaiki posisi, tetapi target lima besar terasa berat. Setelah hasil imbang sebelumnya, posisi Arema sempat turun ke peringkat 9 dengan 31 poin. Jadi laga kandang melawan Malut United bukan sekadar pertandingan pekanan; itu salah satu laga yang menentukan apakah Arema masih punya jalur realistis ke papan atas atau harus menurunkan target.
Persib juga datang dengan tekanan yang berbeda. Klub ini secara resmi disebut sedang berada di jalur juara, dan Marc Klok menegaskan pengalaman dua musim terakhir penting untuk menjaga fokus di sisa pertandingan. Persib juga dijadwalkan bertandang ke markas Semen Padang pada 5 April, jadi laga itu jelas bukan laga biasa.
Analisis dan Prediksi Tiap Pertandingan BRI Super League Pekan 26
Arema FC vs Malut United FC
Ini laga pembuka yang deceptively tricky. Arema punya urgensi yang tinggi karena musim mereka belum benar-benar aman dan belum benar-benar istimewa. Operator liga menyebut Arema masih punya ruang untuk memperbaiki posisi, tetapi margin kesalahannya makin kecil. Di sisi lain, Malut United bukan lawan yang nyaman; mereka punya kapasitas menyerang yang bisa membuat pertandingan cepat berubah.
Saya tetap menjagokan Arema 2-0, terutama karena faktor kandang dan kebutuhan psikologis untuk menutup pekan ini dengan otoritas. Tetapi ini bukan laga yang akan mudah jika Arema gagal unggul lebih dulu. Semakin lama skor 0-0 bertahan, semakin besar ruang Malut untuk masuk lewat transisi.
Dewa United Banten FC vs PSIM Yogyakarta
Ini salah satu laga paling menarik pekan ini. PSIM datang dengan status tim promosi, tetapi performanya sama sekali tidak terlihat seperti tim promosi biasa. Dengan 38 poin dan posisi 8 besar sementara, mereka justru masuk kategori lawan yang sulit dikalahkan. Itu sebabnya prediksi imbang 1-1 terasa sangat masuk akal.
Dewa United tetap punya kualitas individu dan kapasitas menyerang untuk menang di kandang. Namun PSIM sudah menunjukkan mereka sanggup menjaga konsistensi sampai pekan 25. Pertandingan ini terasa lebih seperti duel dua tim yang sama-sama ingin mempertahankan kredibilitas di papan menengah atas, bukan duel satu unggulan melawan underdog.
PSM Makassar vs Persis Solo
Persis datang ke April 2026 dengan label yang kurang nyaman: mereka masih berjuang menjauh dari zona merah. Itu artinya tiap laga menjadi berat, apalagi ketika lawannya PSM di kandang sendiri. Operator liga bahkan menulis khusus bahwa Persis menghadapi lima laga penuh tantangan pada bulan April.
Prediksi 2-1 untuk PSM saya lihat rasional. Persis cukup mungkin mencuri gol, karena tim yang sedang berjuang bertahan biasanya bermain dengan urgency tinggi. Tetapi PSM di kandang lebih layak diunggulkan untuk mengambil tiga poin, apalagi ketika lawan datang dengan tekanan klasemen yang tidak ringan.
Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang
Secara konteks, ini salah satu laga yang lebih kompleks daripada kelihatannya. Persebaya sedang mengevaluasi lini belakang menjelang duel ini, dan Bruno Paraiba dipastikan belum dalam kondisi bugar penuh. Itu berarti Persebaya mungkin tidak tampil dengan versi paling optimal.
Tetap saja, saya memberi Persebaya keunggulan tipis 2-1. Alasannya bukan sekadar nama besar, tapi efek kandang dan kecenderungan Persita memberi ruang jika ditekan terus-menerus. Namun prediksi ini punya risiko: jika Persebaya tidak efisien di depan, laga bisa dengan mudah melorot ke hasil imbang.
FC Bhayangkara vs Persija Jakarta
Ini pertandingan yang akan banyak ditentukan oleh detail emosional. Persija selalu membawa tekanan ekspektasi, sedangkan Bhayangkara sering justru lebih nyaman saat tidak terlalu diunggulkan. Meski begitu, untuk kualitas serangan dan kedalaman skuad, Persija tetap sedikit lebih meyakinkan.
Prediksi saya 1-2 untuk Persija. Bukan kemenangan gampang, tapi kemenangan yang lahir dari kualitas individu dan kemampuan mengeksekusi momen penting. Laga seperti ini biasanya tidak bersih, dan Persija harus siap menghadapi fase pertandingan yang cenderung keras.
Madura United vs Borneo FC Samarinda
Ini salah satu laga paling sulit diprediksi karena operator liga menyorot dua hal sekaligus: Borneo ingin menjaga konsistensi, sementara Madura United fokus mengembalikan performa menjelang duel ini. Artinya, dua tim sama-sama datang dengan agenda kompetitif yang jelas.
Saya sengaja tidak mengikuti jalur aman yang otomatis menjagokan Borneo. Prediksi 2-1 untuk Madura United adalah prediksi yang lebih agresif, tapi masih logis karena faktor kandang dan urgensi. Namun ini tipe pertandingan yang sangat mungkin berakhir sebaliknya jika Borneo lebih tajam dalam transisi.
Semen Padang FC vs Persib Bandung
Ini laga dengan bobot besar di dua sisi klasemen. Persib sedang menjaga jalur juara, dan situs resmi klub yang dipublikasikan operator liga menegaskan mereka menatap sembilan laga sisa dengan sangat serius. Bojan Hodak dan Marc Klok sama-sama menekankan pentingnya fokus pertandingan demi pertandingan.
Prediksi 1-2 untuk Persib terasa paling masuk akal. Semen Padang di kandang tentu tidak akan mudah dibongkar, tetapi Persib punya kualitas dan pengalaman manajemen tekanan yang lebih tinggi. Ini justru laga yang harus dimenangkan tim calon juara. Jika gagal, narasi jalur juara akan mulai terganggu.
Persik Kediri vs Persijap Jepara
Ini pertandingan yang sangat berbau papan tengah bawah. Operator liga menyebut laga kandang melawan Persijap sebagai momentum penting bagi Persik untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara. Itu menunjukkan pertandingan ini dipandang internal mereka sebagai laga wajib poin.
Saya tetap memilih 1-1. Alasannya sederhana: pertandingan dengan beban “harus menang” justru sering tidak mengalir. Persik bisa jadi dominan, tetapi Persijap punya peluang memanfaatkan kecemasan lawan. Kalau ada laga yang paling mungkin berubah jadi keras dan seret, ini salah satunya.
Bali United vs PSBS Biak Numfor
Bali United di kandang biasanya tetap menjadi tim yang sulit dibendung, apalagi ketika lawannya datang tanpa margin kesalahan besar. Walau saya tidak menumpuk banyak klaim eksternal di sini, prediksi 2-0 tetap masuk akal dari profil pertandingan: Bali lebih stabil, lebih nyaman bermain di kandang, dan cenderung lebih efisien dalam menutup laga melawan lawan yang harus mengejar.
Tiga Laga Paling Menarik di Pekan 26 Liga Bri 1
Kalau harus memilih tiga yang paling layak ditunggu, saya taruh:
Dewa United vs PSIM, karena ini duel tim yang sama-sama sedang cukup sehat;
Madura United vs Borneo FC, karena dua tim datang dengan agenda yang sama-sama serius;
dan Semen Padang vs Persib, karena laga ini paling besar dampaknya pada narasi perebutan gelar.
Pilihan ini bukan soal popularitas semata, tapi soal tensi kompetitifnya.
Prediksi Akhir Pekan 26 BRI Super League
Kalau diringkas, tim yang paling layak dijagokan menang pekan ini adalah Arema, PSM, Persebaya, Persija, Persib, dan Bali United. Laga yang paling berpotensi berakhir imbang adalah Dewa United vs PSIM dan Persik vs Persijap. Sedangkan pertandingan yang paling berpotensi mematahkan prediksi umum adalah Madura United vs Borneo, karena laga itu paling terbuka terhadap perubahan arah.
Untuk pembaca yang mencari “jadwal dan prediksi BRI Liga 1 Super League”, inti pekan ini sederhana: ini bukan pekan dengan banyak formalitas. Hampir semua laga punya konsekuensi. Dan justru karena itu, pekan 26 terasa penting.














