Arsenal
Prediksi BolaBeritaBerita Bolaberita sportOlahraga

Prediksi Premier League Malam Ini: Jadwal 21–24 Februari 2026, Skor & Analisa Lengkap

×

Prediksi Premier League Malam Ini: Jadwal 21–24 Februari 2026, Skor & Analisa Lengkap

Sebarkan artikel ini
prediksi-bola-malam-ini
prediksi-bola-malam-ini

Premier League selalu punya cara bikin satu pekan terasa panjang: satu pertandingan liga utama Inggris bisa mengubah suasana ruang ganti, satu momen bisa menggeser momentum, dan satu keputusan taktis bisa mengunci tiga poin. Jadwal 21–24 Februari 2026 ini termasuk paket lengkap—ada laga “wajib menang” untuk tim papan atas, ada duel tim yang hidup dari transisi cepat, sampai big match Tottenham vs Arsenal yang hampir selalu panas karena pertaruhan harga diri.

Yang menarik, rangkaian laga ini juga memperlihatkan pola Premier League modern: tim besar tidak lagi cukup “menang mudah” hanya dengan kualitas individu, sementara tim menengah makin berani menekan tinggi dan memancing kesalahan build-up. Karena itu, prediksi skor di bawah bukan sekadar tebakan angka. Setiap skor diproyeksikan dari beberapa faktor yang biasanya paling menentukan di Inggris: tempo pertandingan, kualitas duel di half-space, kemampuan bertahan dari set-piece, efektivitas transisi (counter), dan ketahanan mental ketika pertandingan masuk 15 menit terakhir.


Jadwal & Prediksi Premier League — Sabtu, 21 Februari 2026

jadwal-premier-league-minggu-ini
jadwal-premier-league-minggu-ini
Waktu (WIB)PertandinganPrediksi SkorMenangHandicap
22:00Aston Villa vs Leeds2–1Aston Villa½ : 0
22:00Brentford vs Brighton1–1DRAW0 : 0
22:00Chelsea vs Burnley2–0Chelsea1 : 0

Aston Villa vs Leeds — Prediksi 2–1 (Aston Villa)

Pertandingan ini cenderung jatuh ke skenario “Villa unggul kualitas serangan posisional, Leeds mengancam lewat intensitas dan transisi.” Prediksi 2–1 muncul karena dua hal:

1) Villa lebih unggul di kontrol tempo dan variasi serangan.
Ketika menghadapi tim yang agresif menekan, tim yang paling diuntungkan biasanya yang punya struktur build-up rapi dan mampu memancing press untuk membuka ruang di belakang lini pertama. Villa punya profil yang cocok untuk itu: mereka bisa memutar bola untuk menarik lawan keluar, lalu menusuk ke half-space melalui kombinasi pendek.

2) Leeds tetap punya peluang gol karena volume lari dan second ball.
Leeds bisa “mengacaukan” pertandingan lewat duel-duel cepat, bola kedua, dan serangan balik setelah bola terlepas di tengah. Itu alasan skor tidak dibuat 2–0: masih ada peluang satu gol dari momen chaos—entah dari transisi, set-piece, atau kesalahan kontrol di area berbahaya.

Kenapa 2 gol Villa?
Satu gol Villa realistis datang dari serangan posisional (cutback/umpan tarik), satu lagi bisa lahir dari situasi bola mati atau momen ketika Leeds terlalu tinggi dan ruang antar lini melebar.


Brentford vs Brighton — Prediksi 1–1 (DRAW)

Ini tipe laga yang sering berakhir imbang karena dua gaya yang “saling mengunci” dengan cara berbeda.

1) Brentford kuat dalam duel udara, set-piece, dan serangan langsung.
Mereka nyaman bermain lebih vertikal—mengirim bola ke target, memenangi duel, lalu menumpuk pemain untuk second ball. Satu gol Brentford sangat masuk akal dari situasi bola mati atau umpan silang yang diperebutkan di kotak penalti.

2) Brighton unggul dalam sirkulasi bola dan progresi lewat umpan-umpan pendek.
Brighton biasanya mencari celah lewat overload, rotasi posisi, dan umpan diagonal ke sisi lemah. Namun melawan tim yang disiplin menjaga area tengah, mereka kerap butuh banyak sentuhan sebelum menemukan peluang bersih—itulah yang membuat skor tidak “meledak”.

Kenapa 1–1 terasa paling wajar?
Karena masing-masing punya “jalur gol” yang jelas, tetapi juga sama-sama punya perangkat untuk meredam jalur gol lawan. Brentford bisa memotong progresi, Brighton bisa menghindari duel liar dengan kontrol bola.


Chelsea vs Burnley — Prediksi 2–0 (Chelsea)

Skor 2–0 lahir dari asumsi paling klasik: tim yang lebih dominan bola dan lebih tajam di sepertiga akhir menghadapi tim yang cenderung bertahan lebih rendah.

1) Chelsea berpeluang menang lewat penguasaan area half-space.
Di Premier League, tim yang bisa menyerang dari half-space (ruang antara bek sayap dan bek tengah) biasanya menciptakan peluang lebih “bersih” dibanding hanya mengandalkan crossing. Chelsea lebih mungkin mencetak gol dari kombinasi—umpan terobosan pendek, cutback, atau tembakan dari zona 14.

2) Burnley berpotensi bertahan rapi, tetapi riskan di fase kedua.
Banyak tim bertahan solid 45–60 menit, lalu mulai goyah ketika intensitas menurun, fokus pecah, dan pergantian pemain mengubah match-up. Skor 2–0 mencerminkan pola itu: satu gol membuka kunci, gol kedua mengunci.

Kenapa clean sheet?
Burnley biasanya butuh dua hal untuk mencetak gol ke tim yang lebih kuat: set-piece sempurna atau transisi yang sangat bersih. Jika Chelsea disiplin dengan rest defense (struktur bertahan saat menyerang), peluang Burnley untuk mencuri gol turun drastis.


Jadwal & Prediksi Premier League — Minggu, 22 Februari 2026

Waktu (WIB)PertandinganPrediksi SkorMenangHandicap
00:30West Ham vs Bournemouth2–1West Ham½ : 0
03:00Manchester City vs Newcastle Utd2–1Manchester City1 : 0
21:00Crystal Palace vs Wolves1–1DRAW0 : 0
21:00Nottingham vs Liverpool1–3Liverpool1 : 0
21:00Sunderland vs Fulham1–2Fulham¼ : 0
23:30Tottenham vs Arsenal1–2Arsenal0 : ¼

West Ham vs Bournemouth — Prediksi 2–1 (West Ham)

West Ham biasanya “hidup” dari dua hal: duel fisik dan momen-momen efektif di area kotak penalti. Bournemouth bisa merepotkan lewat pressing dan kecepatan, tapi di laga seperti ini pengalaman mengelola momentum jadi pembeda.

1) West Ham punya keunggulan di bola mati dan duel kotak penalti.
Jika pertandingan ketat, set-piece sering jadi kunci. West Ham sering punya skenario gol yang tidak butuh 10–15 umpan: cukup satu situasi, satu delivery bagus, satu duel dimenangkan.

2) Bournemouth tetap bisa mencuri satu gol lewat transisi cepat.
Skor 2–1 mengakui ancaman itu—Bournemouth bisa memanfaatkan momen ketika West Ham terlalu banyak pemain di depan dan ruang terbuka di belakang fullback.

Kenapa West Ham tetap menang?
Karena mereka lebih mungkin mencetak dua gol: satu dari bola mati/second ball, satu dari momen permainan terbuka saat Bournemouth kehilangan bentuk.


Manchester City vs Newcastle United — Prediksi 2–1 (Manchester City) — Big Match

Ini salah satu laga paling menarik: City dengan mesin kontrolnya, Newcastle dengan fisik, intensitas, dan ancaman transisi.

1) City menang lewat kontrol ritme dan “memindahkan” blok lawan.
City memaksa lawan bertahan sambil terus digeser. Ketika garis pertahanan Newcastle bergeser terlalu jauh, celah half-space muncul. Dari situ, peluang emas biasanya datang: cutback, umpan mendatar, atau tembakan dari area berbahaya.

2) Newcastle punya jalur gol yang nyata: transisi + duel fisik.
Newcastle bisa memotong umpan di tengah, lalu menyerang cepat ke ruang belakang. Satu gol Newcastle realistis dari counter atau bola mati—mereka punya profil untuk itu.

Kenapa 2–1, bukan 3–1?
Karena Newcastle bukan tipe tim yang “habis” tanpa perlawanan. Mereka bisa menahan City cukup lama, menutup jalur tengah, dan memaksa City menyerang lewat sisi. Itu biasanya membuat jumlah peluang bersih City turun—City tetap unggul, tapi tidak selalu menang besar.

Logika skor:

  • Gol pertama City: hasil tekanan berulang (positional play).

  • Gol Newcastle: transisi atau set-piece.

  • Gol kemenangan City: momen kualitas individu atau overload sisi lemah saat Newcastle mulai kehilangan stamina/fokus.


Crystal Palace vs Wolves — Prediksi 1–1 (DRAW)

Ini pertandingan yang sering berjalan “berhitung”: tidak banyak ruang, banyak duel, dan kedua tim sama-sama bisa nyaman tanpa bola.

1) Palace berbahaya ketika bisa menyerang ruang di belakang fullback lawan.
Mereka bisa menciptakan satu gol dari crossing/cutback jika berhasil menarik Wolves keluar dari shape.

2) Wolves rapi dalam blok menengah dan sabar menunggu momen.
Mereka tidak selalu mengejar penguasaan bola, tapi efektif memanfaatkan celah kecil. Satu gol Wolves bisa datang dari kombinasi cepat atau tembakan dari luar kotak setelah bola kedua.

Kenapa imbang?
Karena keduanya punya kekuatan defensif yang mirip: tidak mudah dibongkar, dan lebih nyaman memancing kesalahan daripada bermain terbuka sepanjang laga.


Nottingham vs Liverpool — Prediksi 1–3 (Liverpool) — Big Match

Skor 1–3 menandakan Liverpool diproyeksikan menang cukup jelas, tapi tetap kebobolan—skenario yang lazim ketika tim dominan menghadapi tuan rumah yang agresif di awal.

1) Liverpool unggul dalam kualitas transisi dan pressing balik (counter-press).
Ketika Nottingham mencoba naik menekan, pertandingan bisa jadi dua arah. Namun di pertandingan dua arah, tim dengan kualitas lari tanpa bola dan penyelesaian akhir yang lebih baik biasanya menang.

2) Nottingham punya peluang mencetak satu gol karena faktor kandang + momentum awal.
Sering terjadi: tuan rumah start kencang, mengangkat stadion, mendapat satu momen (set-piece/tembakan jarak dekat), dan mencuri gol.

Kenapa Liverpool bisa sampai 3 gol?

  • Gol tipe 1: memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan saat Nottingham naik.

  • Gol tipe 2: hasil tekanan bertubi-tubi setelah Nottingham mulai turun.

  • Gol tipe 3: situasi game state—ketika Nottingham mengejar dan membuka ruang, Liverpool paling berbahaya.

Skor 1–3 juga mencerminkan “perbedaan efisiensi”: bukan Nottingham tidak punya peluang, tetapi Liverpool lebih klinis dan lebih sering masuk ke zona tembak yang berkualitas tinggi.


Sunderland vs Fulham — Prediksi 1–2 (Fulham)

Pertandingan ini cenderung ketat dan bisa ditentukan oleh detail kecil: siapa yang lebih disiplin menjaga jarak antar lini, dan siapa yang lebih baik memanfaatkan peluang pertama.

1) Fulham berpotensi lebih stabil dalam build-up dan kontrol lini tengah.
Dalam laga-laga seimbang, tim yang bisa “menenangkan” bola biasanya punya peluang lebih besar untuk menciptakan chance berkualitas.

2) Sunderland bisa mencuri satu gol dari intensitas kandang.
Satu gol Sunderland masuk akal dari crossing, bola kedua, atau momen transisi cepat. Itu alasan skor tidak 0–2.

Kenapa Fulham menang?
Karena Fulham diproyeksikan punya lebih banyak fase menyerang yang rapi—mereka bisa menciptakan dua peluang matang, sementara Sunderland cenderung mengandalkan momen.


Tottenham vs Arsenal — Prediksi 1–2 (Arsenal) — Big Match

Derby ini bukan cuma soal kualitas, tapi soal siapa yang lebih siap secara taktik dan mental. Prediksi 1–2 menunjukkan Arsenal sedikit lebih unggul, namun Tottenham tetap cukup berbahaya untuk mencetak gol.

1) Arsenal unggul jika bisa mengunci tengah dan memaksa Spurs menyerang dari sisi.
Jika Spurs dipaksa melebar, Arsenal bisa mempertahankan kotak penalti dengan lebih nyaman. Kunci bagi Arsenal biasanya: tidak memberi ruang tembak di “zona favorit” dan disiplin pada second ball.

2) Tottenham bisa mencetak gol dari momen chaos, terutama saat transisi.
Spurs sering berbahaya ketika permainan terbuka. Bahkan ketika mereka tidak dominan, satu momen bisa jadi gol—terutama jika Arsenal terlalu banyak pemain di depan dan rest defense tidak rapat.

Kenapa Arsenal diprediksi menang tipis?

  • Arsenal cenderung lebih konsisten dalam membangun peluang berkualitas, bukan hanya peluang “setengah”.

  • Dalam derby, tim yang lebih rapi mengelola emosi (tidak terpancing duel tak perlu) biasanya lebih efektif.

Struktur skor 1–2 yang logis:

  • Arsenal unggul lebih dulu lewat serangan terstruktur.

  • Spurs menyamakan dari transisi atau bola mati.

  • Arsenal mengunci lewat momen kualitas/eksekusi di 20 menit terakhir.


Jadwal & Prediksi Premier League — Selasa, 24 Februari 2026

Waktu (WIB)PertandinganPrediksi SkorMenangHandicap
03:00Everton vs Manchester United1–2Manchester United0 : 0

Everton vs Manchester United — Prediksi 1–2 (Manchester United) — Big Match

Goodison Park (atau atmosfer kandang Everton secara umum) sering membuat laga jadi “berat”: duel, tekanan, dan ritme yang tidak nyaman untuk tim tamu. Itulah kenapa prediksi ini tidak dibuat 0–2. Namun United tetap difavoritkan karena kualitas di momen penentu.

1) Everton bisa mencetak gol lewat tekanan dan bola mati.
Everton punya jalan gol yang sangat Premier League: lemparan jauh, sepak pojok, bola liar, duel di tiang dekat, atau second ball yang disambar cepat. Gol Everton masuk akal jika mereka bisa menumpuk pemain di area enam yard.

2) Manchester United berpeluang menang karena kedalaman opsi menyerang.
Dalam laga yang “kotor”, tim yang punya lebih banyak cara mencetak gol biasanya menang. United bisa menang lewat:

  • transisi cepat saat Everton terlalu agresif,

  • kombinasi di half-space ketika Everton turun terlalu rendah,

  • atau momen individu (dribel/tembakan) yang memecah kebuntuan.

Kenapa 1–2 terasa realistis?
Karena Everton kemungkinan memaksa United bekerja keras: United mungkin unggul satu gol, Everton membalas, lalu United mencetak gol penentu ketika Everton mulai membuka garis demi mengejar.


Cara Membaca Prediksi Skor dan Handicapnya

Agar “angka” terasa masuk akal dan tidak sekadar ramalan, ada tiga prinsip sederhana yang dipakai untuk menurunkan skor:

  1. Siapa yang lebih mungkin menciptakan peluang berkualitas lebih banyak?
    Bukan sekadar “shots”, tetapi peluang yang lahir dari umpan tarik, through pass, atau situasi 1v1 di kotak.

  2. Bagaimana jalur gol masing-masing tim?
    Ada tim yang jalur golnya dominan dari set-piece, ada yang dari transisi, ada yang dari serangan posisional. Prediksi skor biasanya lebih tajam ketika jalur golnya jelas.

  3. Game state: bagaimana pertandingan berubah setelah gol pertama?
    Tim yang unggul sering berubah jadi lebih pragmatis, tim yang tertinggal membuka garis. Banyak skor 2–1 atau 1–3 lahir dari dinamika ini.

Handicap di tabel memberi “bahasa probabilitas”: semakin besar handicap, semakin kuat keyakinan tim unggulan mampu menang di skenario normal. Sementara handicap 0:0 biasanya mengindikasikan laga seimbang atau potensi imbang cukup tinggi.