AMPAS Sorot Revitalisasi PG Asembagus, Giling Tebu Tak Capai Target

AMPAS Sorot Revitalisasi PG Asembagus, Giling Tebu Tak Capai Target
Tim Aliansi Media Peduli Situbondo (AMPAS) saat menemui Direksi PTPN XI di kantor PTPN XI Surabaya. 

 

SITUBONDO — Polemik proyek revitalisasi Pabrik Gula (PG) Asembagus Situbondo Jawa Timur dengan addendum sejumlah pihak belum menemukan titik terang, mendapat perhatian khusus dari Aliansi Media Peduli Situbondo (AMPAS).

Menindaklanjuti hal tersebut, Tim Aliansi Media Peduli Situbondo (AMPAS), pada Senin (18/4/2022) mendatangi kantor Direksi PTPN XI di Surabaya.

“Kedatangan kami tim AMPAS ke kantor direksi PTPN XI, untuk menanyakan terkait persoalan revitalisasi PG Asembagus karena target giling sebanyak 6000 TCD di PG Asembagus tidak tercapai,” ungkap Dafid Hariyono, LSM Penjara Indonesia Korwil Jawa Timur sekaligus Tim Aliansi Media Peduli Situbondo.

AMPAS Sorot Revitalisasi PG Asembagus, Giling Tebu Tak Capai Target
Dafid Hariyono, LSM Penjara Indonesia Korwil Jawa Timur sekaligus Tim Aliansi Media Peduli Situbondo.

Dafid menyebutkan bahwa, dana yang digelontorkan untuk proyek revitalisasi PG Asembagus sebesar Rp800 milyar. Dana tersebut bersumber dari APBN dan anggaran dari PG Asembagus.

“Rinciannya, Rp250 milyar dari APBN dan Rp550 milyar dari PG Asembagus,” sebut David.

Dafid mengatakan, pada pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut disertai addendum antara pihak PG Asembagus dengan 3 perusahaan yang tergabung dalam KSO. Sementara salah satu poin yang menjadi persoalan, yakni target kapasitas giling di PG Asembagus sebanyak 6000 TCD tidak tercapai. Pihak perusahaan yang tergabung KSO itu, yakni PT Wika (Wijaya Karya), PT Barata dan PT Multinas Indonesia.

“Polemik itu terjadi sudah cukup lama. Hal ini mengakibatkan pihak PG merasa dirugikan. Sebab, kapasitas giling tidak memenuhi target. Target kapasitas giling yang diharap bisa mencapai 6000 TCD. Sementara hingga saat ini, kapasitas giling hanya mampu sekitar 3000 TCD,” beber Dafid.

Menurut Dafid, apabila target giling tidak mencapai target, maka pihak direksi PTPN XI memiliki wewenang menegur dan mengingatkan pihak KSO untuk segera menyelesaikan proyek revitalisasi tersebut. Dan apabila pihak KSO tidak bisa menyelesaikan sesuai dengan target sebanyak 6000 TCD, maka pihak direksi dapat menempuh jalur hukum.

“Kami dari kelembagaan berharap kapasitas giling 6000 TCD di PG Asembagus pada tahun ini dapat segera tercapai,” pungkasnya.

Sementara perwakilan dari Direksi PTPN XI, Yulianta, menyebut bahwa proyek Revitalisasi PG Asembagus masih belum maksimal.

Oleh karenanya, pihaknya (PTPN XI) selalu berkomunikasi secara baik-baik dengan pihak KSO untuk mencari solusi.

“Ini agar proyek revitalisasi PG Asembagus cepat selesai dan sama sama tidak saling dirugikan baik dari pihak PG Asembagus maupun KSO itu sendiri. Harapan kami di tahun 2023 sudah sesuai dengan target 6000 TCD,” tutupnya.

Penulis: Sumakki

error: