“Perang” Nikah Dini Belum Usai, SMAN 1 Sumber Gelar Refleksi Hari Kartini

“Perang” Nikah Dini Belum Usai, SMAN 1 Sumber Gelar Refleksi Hari Kartini
Suasana Kegiatan Webinar Nasional Hari Kartini di SMAN 1 Sumber

PROBOLINGGO. Portal-Indonesia.com  Komitmen SMAN 1 Sumber untuk terus menyatakan “perang” pada gempuran pernikahan dini di lingkungan masyarakat sekitar sekolah layak diberikan apreasisi. Salah satunya seperti giat yang dilaksanakan hari ini, Kamis (21/04) SMAN 1 Sumber menggelar refleksi hari Kartini melalui kegiatan Webinar Nasional yang bertemakan “Kartini Masa Kini Bukan Konco Wingking”.

Hadir sebagai pemateri webinar nasional antara lain; Luthfi Fataty Owner Pyo Jewerly dari Palembang yang pernah mendapatkan anugerah Santripreneur 2021 oleh Wakil Presiden RI, Dr. Iin Inawati, S.Pd, M.Pd Dosen Pascasarjana UAD Yogyakarta, Yeti Sinta Pangesti, Amd.Keb yang berprofesi Bidan di Surabaya, dan Sulistia Ardani, S,Pd guru SMPN 1 Pakisaji Malang.

Kepala SMAN 1 Sumber Daris Wibisono Setiawan menjelaskan bahwa refleksi hari kartini diusung sebagai bentuk komitmen sekolahnya yang terus menyatakan perang pada nikah dini yang begitu kuat dan menjadi ancaman nyata bagi peserta didiknya.

“Gempuran nikah dini di sini sangat kencang, maka giat ini harapannya akan menjadi pencerahan bagi semua peserta didik untuk katakan tidak pada nikah dini” tegas Daris.

Pyo yang mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan materi menguraikan detail perjalanan panjangnya mulai dari jadi santri hingga menjadi pengusaha sukses seperti sekarang ini.

“kuncinya istiqomah, selektif memilih lingkungan,  dan punya mimpi besar untuk  meraih kesuksesan” ujar pengusaha mutiara yang sudah go internasional tersebut.

Tidak kalah menarik, Yeti Sinta Pangesti yang berprofesi bidan dan merupakan alumni SMAN 1 Sumber memberikan banyak motivasi dan pesan penuh makna kepada adik-adik tingkatnya.

“Katakan tidak pada nikah dini, yakinkan orang tuamu seperti yang aku lakukan dulu, jika komunikasimu baik maka mimpimu akan mudah tergapai” ujar Sinta.

Sementara itu, Iin Inawati Dosen UAD dengan renyah menyampaikan pentingnya perempuan untuk bisa turut serta membantu laju perekonomian keluarga sekaligus menjadi madrasah bagi anak-anaknya sebagai aset bangsa Indonesia.

“Bangkitlah perempuan Indonesia, implementasikan nilai-nilai perjuangan RA Kartini dalam upayamu mencapai mimpi-mimpimu” tegas Iin ramah.

error: