Batubara Milik Perusahaan Tumpah di Jalan Umum, Ketua Komisi 3 DPRD PALI Minta Pemerintah Tindak Tegas

Batubara Milik Perusahaan Tumpah di Jalan Umum, Ketua Komisi 3 DPRD PALI Minta Pemerintah Tindak Tegas
Kodisi dump truk dan batubara yang tumpah di bahu jalan sebelah kanan arah Simpang Raja - Simpang Rasau, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

PALI — Insiden kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya Simpang Raja – Simpang Rasau, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (8/4) malam. Sebuah dump truk muatan batu bara tergelincir ke bahu jalan hingga isi muatannya tumpah berserakan.

Pantauan awak media yang tergabung AWDI PALI di lokasi kejadian, tampak posisi kendaraan miring dan berada di jalur kanan jalan arah Simpang Raja – Simpang Rasau. Diduga kendaraan tidak kuat saat berada di jalan yang menanjak sehingga mobil mundur hingga tergelincir ke bahu jalan sebelah kanan.

Menurut informasi sementara yang berhasil terhimpun awak media dilapangan, batubara yang diangkut dump truk tersebut diduga milik PT.BSEE, sedangkan transportirnya diduga PT. EPI.

Pasca insiden kecelakaan tunggal dump truk muatan batubara, Ketua Komisi 3 DPRD Pali, Iip Fitriansyah, menyorot tentang dampak batubara yang tumpah di jalan raya umum. Menurutnya, batubara yang tumpah berserakan ke jalan tersebut berpotensi dapat mengganggu lalu lintas dan kesehatan warga.

Oleh karenanya, anggota Dewan dari Fraksi Nasdem ini meminta pemerintah untuk cepat tanggap dan turun ke lapangan guna mengecek lokasi, serta memberikan teguran dan pembinaan kepada transportir maupun perusahaan penambang.

“Adanya tumpukan ataupun tumpahan batubara di jalan raya, selain dapat membahayakan masyarakat yang mengunakan jalan itu, juga dapat berdampak pada kesehatan pernafasan masyarakat sekitar akibat debu batubara. Jangan sampai meresahkan warga masyarakat,” tandas Iip Fitriansyah saat dikonfirmasi awak media.

Lain halnya yang disampaikan Kepala Dinas Perhubungan PALI, Suhartopo, saat dikonfirmasi awak media. Ia menyatakan kalau dirinya baru mendengarnya, dan ia juga mengucapkan terima kasih atas informasi tersebut.

“Nanti saya tanyakan dulu sama pihak perusahaan, apakah batubara itu milik PT. BSEE dan transportirnya PT. EPI atau bukan,” kata Suhartopo menyampaikan melalui pesan singkat WhatsAppnya.

Selang sekitar 30 menit kemudian, Suhartopo menyampaikan bahwa armada batubara yang mengalami kecelakaan itu sedang dievakuasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup PALI, Bakrin, saat dimintai keterangannya terkait dampak pencemaran lingkungan, ia mengatakan pihaknya akan melakukan konfirmasi dahulu dengan pihak perusahaan agar secepat mungkin dibersihkan dan membuat laporan progres pembersihan. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya (DLH) akan melakukan verifikasi ke lapangan.

Hingga berita ini dimuat, pihak PT. BSEE melalui Zulkifli selaku Kepala Tambang, belum memberikan tanggapan meski sebelumnya sudah dikonfirmasi awak media melalui pesan singkatnya.

error: